Pantau Dampak Gempa Lombok, OJK Turunkan Tim - Kompas.com

Pantau Dampak Gempa Lombok, OJK Turunkan Tim

Kompas.com - 07/08/2018, 12:48 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di sela-sela acara Hari Ulang Tahun OJK, di halaman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Kamis (23/11/2017).KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di sela-sela acara Hari Ulang Tahun OJK, di halaman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Kamis (23/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) ikut memantau perkembangan dampak bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018). Terutama terkait dampaknya terhadap aktivitas industri jasa keuangan di sana.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya menurunkan tim dari pusat untuk melakukan assesment di NTB.

"Kita akan pertimbangkan jika diperlukan kebijakan khusus terkait dampak terhadap industri jasa keuangan di NTB,” ujar Wimboh dalam keterangan tertulis, Selasa (7/8/2018).

Wimboh mengatakan, OJK terus melakukan komunikasi dan memonitor industri jasa keuangan di wilayah Lombok dan sekitarnya agar tetap dapat melayani transaksi keuangan masyarakat.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Sediakan Anggaran untuk Korban Gempa Lombok

Dia ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang jelas mengenai kantor bank maupun jaringan ATM yang dapat beroperasi secara terbatas akibat dampak bencana. Informasi tersebut dapat diakses melalui Layanan OJK pada telepon nomor 157 atau kontak layanan konsumen untuk masing-masing lembaga jasa keuangan.

"Anggota Dewan Komisioner dan segenap jajaran pegawai OJK menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah tersebut," kata Wimboh.

Hingga Selasa pagi, terjadi 230 gempa susulan sejak gempa magnitudo 7 terjadi pada Minggu malam. Gempa tersebut disebut BMKG sebagai gempa utama dari rangkaian gempa yang terjadi di Lombok sebelumnya yaitu pada 29 Juli 2018 yang juga merusak dan menimbulkan korban jiwa jika dilihat dari episenternya yang relatif sama.

Laporan terakhir, korban meninggal dunia pascagempa di Lombok mencapai 98 orang. Sementara itu, ada 236 korban mengalami luka-luka. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Selain itu, tercatat ada 20.000 orang yang mengungsi di beberapa titik pengungsian.


Komentar
Close Ads X