Indef: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Hanya Sementara

Kompas.com - 07/08/2018, 18:07 WIB
Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati seusai acara diskusi di Jakarta, Sabtu (30/4/2016) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAPeneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati seusai acara diskusi di Jakarta, Sabtu (30/4/2016)

"Tapi kita lihat harga bahan pokok naik, seperti cabai merah dan sayur-mayur yang kebanyakan juga impor. Kita bingung itu kenaikannya dari mana. Kemarin Mentan (Menteri Pertanian) bilang bisa ekspor bawang merah tapi secara agregat kita masih defisit, kebutuhan dalam negeri masih besar," ujar Enny.

Ia menyimpulkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada kuartal II 2018 bersifat temporer. Sebab, pertumbuhan hanya didorong konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah sifatnya tak berkesinambungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,27 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II 2018. Adapun secara kuartalan (qtq), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,21 persen.

Kenaikan ini cukup menggembirakan karena di luar ekspektasi.

Dalam lima tahun terakhir, sejak kuartal I 2014, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran rata-rata 4,7 hingga tertinggi 5,21 persen. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2018 menjadi yang tertinggi sejak 2014.


Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X