Perusahaan Patungan Krakatau Steel Investasi 300 Juta Dollar AS

Kompas.com - 08/08/2018, 11:05 WIB
Ilustrasi baja www.shutterstock.comIlustrasi baja

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) resmi berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik di Cilegon, Banten.

Perusahaan yang bergerak di sektor industri baja itu merupakan patungan antara PT Krakatau Steel dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto menyatakan, investasi yang ditanamkan PT KNSS di pabrik tersebut tak kurang dari 300 juta dollar Amerika Serikat (AS).

“Nilai investasi PT KNSS mencapai 300 juta dollar AS dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 280 orang,” kata Harjanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/8/2018).

Kehadiran PT KNSS di Indonesia pun kemudian disambut baik oleh Harjanto. Pasalnya, saat ini industri baja di Indonesia tidak hanya memasok sektor konstruksi, tetapi sudah mampu memenuhi kebutuhan sektor otomotif.

“Sebagian besar produsen kendaraan di Indonesia telah memakai baja dan komponen lokal. Hal ini juga memacu pengoptimalan terhadap tingkat kandungan dalam negeri (TKDN),” imbuh dia.

Adapun produk baja yang cukup banyak digunakan di sektor otomotif adalah jenis Hot Rolled Steel Coil (HRC), Cold Rolled Steel Coil (CRC), dan Galvanized Steel.

Maka dari itu, dengan beroperasinya pabrik PT KNSS yang akan memproduksi CRC dan Galvanized Steel dengan kapasitas sebesar 480.000 ton per tahun. Harjanto pun berharap hal tersebut bisa mengurangi ketergantungan terhadap produk impor serupa.

“Jadi, adanya pabrik ini akan memberikan keuntungan dan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui penghematan devisa dari substitusi impor, peningkatan pendapatan pajak, serta penggunaan bahan baku dan tenaga kerja lokal. Selain itu, mendorong pembangunan dan penguatan industri hilir di dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam data Kemenperin, kebutuhan crude steel (baja kasar) nasional saat ini hampir mencapai 14 juta ton. Namun, angka tersebut baru bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri sebanyak 8-9 juta ton per tahun, sisanya impor dari China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, India, dan lain-lain.

Oleh karena itu, Kemenperin pun mendorong percepatan pembangunan klaster industri baja, seperti di Cilegon, Banten yang ditargetkan dapat memproduksi hingga 10 juta ton baja pada 2025. Selain itu, klaster industri baja juga didorong untuk berproduksi di Batulicin, Kalimantan Selatan dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X