Walhi Desak Pemerintah Buat Road Map Kelapa Sawit untuk Biodiesel

Kompas.com - 09/08/2018, 21:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendorong pemerintah membuat peta jalan atau road map guna mencegah adanya pembukaan kebun baru terkait penerapan kebijakan bahan bakar biodiesel (B20).

Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati menyampaikan, alih-alih membuka kebun baru, pemerintah disarankan memanfaatkan kebun kelapa sawit lama untuk memasok kebutuhan B20.

"Kalau pemerintah memang serius untuk menyerap kelapa sawit untuk kebutuhan dalam negeri atau untuk B20 maka harusnya memanfaatkan kebun yang sudah ada seperti di Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan," kata Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati, di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Dia pun menambahkan, penambahan kebun baru kelapa sawit akan sia-sia mengingat serapan produksi minyak kelapa sawit dari kebun lama masih minim jumlahnya.

Riset dari Koaksi Indonesia menunjukkan bahwa pada 2017 silam dari produksi 3,416 juta ton biodiesel, serapannya hanya 2,572 juta ton.

"Jangan ada lagi ekspansi, bertahap manfaatkan penyerapan di kebun dan pabrik yang sudah ada. Kalau bisa malah ada kebijakan domestic market obligation atau DMO kelapa sawit," imbuh Nur Hidayati.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa tanpa adanya DMO tersebut, pabrik kelapa sawit tak diwajibkan memproduksi CPO untuk dijadikan biodiesel.

"Jadi perlu adanya kewajiban menyuplai pasar domestik buat para pabrik CPO dan enggak perlu penambahan luas lahan karena produktivitas yang ada masih sedikit," pungkas Nur Hidayati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.