Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi, Bagaimana Sentimen Pasar? - Kompas.com

Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi, Bagaimana Sentimen Pasar?

Kompas.com - 09/08/2018, 21:17 WIB
Presiden Joko widodo menggandeng Ketua MUI KH Maruf amin usai memukul bedug secara bersamaan untuk membuka Festival Sholawat Nusantara Piala President yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/2/2018). Festival ini di seluruh Indonesia dan puncaknya akan dilaksanakan saat Hari Santri.KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Presiden Joko widodo menggandeng Ketua MUI KH Maruf amin usai memukul bedug secara bersamaan untuk membuka Festival Sholawat Nusantara Piala President yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/2/2018). Festival ini di seluruh Indonesia dan puncaknya akan dilaksanakan saat Hari Santri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo yang kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang mendampinginya.

Pilihan Jokowi dinilai sedikit berbeda dengan harapan pelaku pasar yang awalnya memperkirakan sosok cawapres berasal dari tokoh yang berpengalaman di bidang ekonomi.

"Pelaku pasar awalnya berharap sosok pendamping Jokowi berasal dari tokoh dengan pengalaman di bidang ekonomi, bisa birokrat, akademisi, atau pengusaha," kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (9/8/2018) malam.

Menurut Bhima, sepanjang tahun politik berjalan, pelaku pasar akan sangat concern pada berbagai permasalahan ekonomi yang membutuhkan penanganan serius dari pemerintah, baik yang sekarang maupun yang akan datang. Bahkan, pelaku pasar lebih menganggap masalah ekonomi lebih genting ketimbang persoalan politik identitas dan kebhinekaan.

"Pelemahan kurs rupiah, tekanan daya beli, kondisi global yang dinamis, serta loyonya kinerja ekspor mendesak untuk dicari solusinya," tutur Bhima.

Untuk itu, Bhima memandang tim pemenangan Jokowi nantinya perlu membentuk anggota dengan latar belakang ekonomi yang mumpuni. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi sosok Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang dianggap lebih sebagai tokoh dengan strategi untuk meredam politik identitas.

"Presiden butuh sosok tim ekonomi yang kuat di (Pilpres) 2019," ujar Bhima.



Close Ads X