Saham Saratoga Menguat, Prabowo-Sandiaga Bisa Penuhi Harapan Pasar? - Kompas.com

Saham Saratoga Menguat, Prabowo-Sandiaga Bisa Penuhi Harapan Pasar?

Kompas.com - 10/08/2018, 06:33 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8) malam. Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan cappers dan cawapres pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras/18.SIGID KURNIAWAN Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8) malam. Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan cappers dan cawapres pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon presiden untuk Pilpres 2019 Prabowo Subianto telah  resmi mengumumkan pasangan pendampingnya, yakni Sandiaga Uno.

Bersama Sandiaga, Prabowo bersiap menghadapi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Di satu sisi, pelaku pasar dinilai lebih mengharapkan cawapres dari calon petahana berasal dari kalangan ekonomi atau birokrat. Lantas, bagaimana peluang Sandiaga dalam kontestasi ini yang merupakan sosok dengan latar belakang ekonomi sebagai pengusaha sejak lama?

"Kandidat cawapres oposisi memang background-nya pengusaha, namun elektabilitasnya masih kecil. Ini terlihat dari kenaikan harga saham Saratoga Investama Sedaya yang menyentuh level Rp 3.800 per saham atau melambung 3,26 persen per hari ini namun belum mampu mendongkrak IHSG secara keseluruhan," kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi Kompas.com.

Dinamika saham Saratoga yang terafiliasi dengan Sandiaga dinilai Bhima sebagai tanda pelaku pasar masih setengah hati menanggapi kabar dia dijadikan cawapres Prabowo. Pelaku pasar juga semakin yakin bahwa isu ekonomi tidak jadi fokus utama dalam Pilpres 2019, melainkan isu identitas politik yang jadi perhatian besarnya.

Hal itu dikuatkan dari sosok Ma'ruf Amin yang dipilih jadi pendamping Jokowi. Sementara di satu sisi, masalah ekonomi memerlukan perhatian khusus karena posisi Indonesia masih belum stabil dan masih ada banyak tantangan ke depan.

"Permasalahan ekonomi seperti pelemahan kurs rupiah, anomali daya beli, hingga defisit neraca perdagangan perlu dibantu oleh sosok cawapres yang berlatar belakang ekonomi atau setidaknya memahami persoalan ekonomi," tutur Bhima.

Dengan komposisi calon petahana yang baru saja diumumkan, Bhima menilai penting untuk dibuat tim ekonomi yang dapat menopang Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Jika tim itu nantinya dibentuk, kemungkinan besar pelaku pasar bisa optimis karena isu ekonomi dilihat tetap jadi perhatian utama.

"Poinnya, tim ekonomi (calon petahana) harus lebih kuat dari yang sebelumnya," ujar Bhima.



Close Ads X