Berapa Biaya yang Dibutuhkan Untuk Pasang "Rooftop" Panel Surya?

Kompas.com - 10/08/2018, 06:48 WIB
Siswa SMK bersiap memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap gedung SMK Prakarya Internasional di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5). SMK Prakarya Internasional bekerja sama dengan Power Technology Asean dari New Zealand memasang 20 panel surya yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5.000 VA untuk memenuhi seperdelapan kebutuhan listrik sekolah dan 9 Lab komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.


ANTARA/M Agung RajasaSiswa SMK bersiap memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap gedung SMK Prakarya Internasional di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5). SMK Prakarya Internasional bekerja sama dengan Power Technology Asean dari New Zealand memasang 20 panel surya yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5.000 VA untuk memenuhi seperdelapan kebutuhan listrik sekolah dan 9 Lab komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemasangan teknologi rooftop panel surya dianggap bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah-rumah.

Selain itu, penggunaan teknologi tersebut juga bisa mengurangi tagihan listrik PLN yang kita gunakan.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, untuk memasang rooftop panel surya di rumah diperlukan biaya sekitar Rp 18 juta untuk kapasitas 1 kilowatt peak (kWp).

"Kalau sekarang yang sudah ada di pasaran yang sudah bagus itu berkisar Rp 15 juta- Rp 18 juta per kWp. Sudah terinstalasi lengkap, sudah dapat panel surya, instalasi listriknya, kemudian inverternya sampai nanti diurus koneksi ke PLN," ujar Fabby kepada Kompas.com, Kamis (9/8/2018).

Rooftop panel surya berkapasitas 1 kWp dapat menghasilkan listrik selama 8 jam dari pukul 08.00 sampai 16.00. Dengan intensitas sinar matahari di Jakarta, total yang dihasilkan kurang lebih 3,5 kWh per hari atau sekitar 100 kWh per bulan.

Fabby menambahkan, bagi masyarakat yang ingin menggunakan teknologi tersebut di rumahnya tinggal mencari perusahaan yang menawari jasa pemasangan rooftop panel surya. Nantinya, semua urusan pemasangan teknologi tersebut akan diurus oleh perusahaan tersebut.

"Mereka yang akan datang, survei, sampai merekomendasikan sistem yang akan dipasang dan kita bayar, mereka pasang. Mereka akan ngurut sampai dengan PLN. Jadi diurus sekalian karena ada hal-hal teknis yang perlu diisi," kata Fabby.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, peraturan mengenai penggunaan rooftop panel surya untuk konsumen PT PLN (Persero) jenis tertentu akan segera diterbitkan.

Dalam peraturan tersebut, pemerintah memperbolehkan semua pelanggan PLN, di luar konsumen industri, melakukan pemasangan rooftop panel surya dan menjual listriknya ke PLN.

Konsumen PLN pada golongan tersebut diperkirakan mencapai dua pertiga dari jumlah konsumen PLN.

"Arahan Bapak Presiden, beliau minta coba membuat peraturan rooftop solar panel, dan 1-2 minggu ini peraturannya keluar, kami akan sosialisasi besar-besaran," ujar Jonan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/8/2018).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X