Ulang Tahun Ke-41, Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Tembus Rp 6.870,7 Triliun - Kompas.com

Ulang Tahun Ke-41, Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Tembus Rp 6.870,7 Triliun

Kompas.com - 10/08/2018, 12:18 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah diaktifkan 41 tahun silam atau pada 1977, Pasar Modal Indonesia telah mencatatkan beberapa pencapaian.

Pencapaian itu di antaranya dapat dilihat dari pertumbuhan kapitalisasi dan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Dari sisi nilai kapitalisasi, Pasar Modal Indonesia telah tumbuh sebanyak 2,52 juta kali. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menyatakan bahwa nilai kapitalisasi Pasar Modal Indonesia pada 1977 hanya sebesar Rp 2,73 miliar.

"Namun, per 8 Agustus 2018 nilai kapitalisasinya telah mencapai Rp 6.870,7 triliun," kata Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Sementara itu, lanjut Hoesen, IHSG tumbuh 6.119 persen sejak 1977 yang hanya 98 poin menjadi 6.094,83 pada 8 Agustus 2018.

Oleh karena itu, dalam memperingati 41 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, para Self-Regulatory Organization (SRO) bertekad menjadikan Pasar Modal Indonesia menjadi pasar modal modern untuk menyambut dan bertahan di era ekonomi digital.

Menurut Hoesen, para SRO yang ada seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah berperan dalam menyokong infrastruktur di bidang teknologi dan digital melalui perkembangan sistem utamanya masing-masing sepanjang 2018.

"Masing-masing SRO telah menerapkan generasi terbaru sistem utama masing-masing yaitu BEI dengan JATS Next-G, KPEI dengan Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE), dan KSEI dengan The Central Depository and Book Entry Settlement System Next Generation (C-BEST NexI-G).

Penerapan teknologi tersebut dapat menjadi nilai tambah yang positif dnlam peran ekonomi digital yang dijadikan prioritas Pemerintah RI," pungkas Hoesen.


Komentar
Close Ads X