Kementerian ESDM Bagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi di Pedalaman Papua - Kompas.com

Kementerian ESDM Bagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi di Pedalaman Papua

Kompas.com - 10/08/2018, 12:51 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tengah memperagakan penggunaan lampu tenaga surya, saat Diskusi Media Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua, di Jakarta, Minggu (5/3/2017).KOMPAS.com/ARIMBI RAMADHIANI Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tengah memperagakan penggunaan lampu tenaga surya, saat Diskusi Media Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua, di Jakarta, Minggu (5/3/2017).

SENTANI, KOMPAS.com - Sebagai salah satu upaya untuk menerangi wilayah-wilayah Indonesia yang belum teraliri listrik PLN, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) malaksanakam program pra elektrifikasi. Program ini berupa pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Kali ini, wilayah yang di sasar adalah Kabupaten Yakuhimo, Papua. Rencananya, pembagian lampu akan dilakulan besok Sabtu, (11/8/2018).

Sebagai indikator penentuan lokasi, Yakuhimo terpilih karena memenuhi kriteria 4T yakni daerah tertinggal, daerah yang ada di perbatasan, daerah kepulauan terluar, daerah terpencil dan daerah transmigrasi.

"Selain itu, ada kriteria lainnya yakni belum dialiri listrik selama 3 sampai 5 tahun. Kita tidak akan membiarkan daerah tersebut gelap, ini program pra elektrifikasi sebelum nantinya masuk listrik dari PLN," ujar Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik Hadi M.Djuraid, Jumat (10/8/2018) di gudang penyimpanan LHTSE di Sentani.

Adapun jumlah lampu yang diberikan terdapat lebih dari 1.000 lampu.

Managing Director PT Adyawinsa Electrical and Power Anshar Muchtar menjelaskan, setiap satu paket berisi 4 lampu dan satu panel surya.

"Nantinya warga bebas mau menempatkannya di mana saja," ujar dia pada kesempatan yang sama.

Adywinsa menjelaskaj, lampu tersebut memiliki tiga mode kecerahan. Yakni kecerahan maksimal, sedang, dan redup.

Pada mode penerangan maksimal, lampu ini dapat menyala selama 5 jam. Untuk mode sedang bisa bertahan selama 11 jam. Sedangkan untuk mode redup dapat menyala hingga 47 jam nonsetop.

Setiap paket juga dilengkapi dengan barcode, sehingga data lampu yang dibagikan terverifikasi dan tidak dapat ditujar.

"Ini supaya warga berpartisipasi untuk menjaga dan merawat lampu yang dibagikan," lanjut dia.

Warga pun akan terlebih dahulu mendapatkan penjelasan berupa sosialisasi cara penggunaan LTSHE. Sedangkan keterbatasan bahasa disiasati dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam sosialisasi.

Nantinya, paket LTSHE akan dikirim dari Sentani menuju Yakuhimo menggunakan pesawat.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM mencanangkan program dalam kurun waktu 2017-2019 untuk menyalurkan 400.000 LTSHE terhadap 2.500 desa yang sebelumnya belum menikmati listrik sama sekali.

Untuk tahun 2018 sendiri kementerian ESDM memiliki target untuk menerangi 167.064 rumah yang tersebar di 15 provinsi atau 1259 desa.


Komentar
Close Ads X