Pemerintah Minta Pertamina Investasi Lebih Awal di Blok Rokan - Kompas.com

Pemerintah Minta Pertamina Investasi Lebih Awal di Blok Rokan

Kompas.com - 10/08/2018, 19:10 WIB
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Jumat (10/8/2018).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arcandra Tahar meminta PT Pertamina Persero untuk berinvestasi lebih awal di Blok Rokan, Riau.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga produksi migas di blok tersebut saat peralihan pengelolaan dari PT Chevron Indonesia ke Pertamina di 2021.

"Kita minta kontraktor selanjutnya, dalam hal ini Pertamina, untuk bisa melakukan investasi lebih awal. Belajar dari pengalaman blok Mahakam, kalau kita tidak bisa berinvestasi lebih awal, maka di awal produksi bisa menurun," ujar Arcandra di kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/8/2018).

Arcandra berharap agar Pertamina bisa segera merampungkan rencan program-program kerjanya di blok Rokan.

Baca juga: Setelah Blok Rokan, Pertamina Incar Blok Corridor

"Kita minta Pertamina untuk melakukan program kerjanya. Supaya, produksinya bisa declining rate-nya bisa kita tahan," kata Arcandra.

Arcandra menjelaskan, sesuai syarat dan ketentuan Pertamina diwajibkan untuk mencari mitra yang berpengalaman. Namun, pihaknya membebaskan Pertamina dalam pemilihan mitra tersebut.

"Di terms and condition kita, disebutkan Pertamina wajib bermitra dengan perusahaan yg berpengalaman di bidang hulu, nanti terserah Pertamina," ucap dia.

Blok Rokan sendiri termasuk blok migas yang bernilai strategis. Produksi migas blok rokan menyumbang 26 persen dari total produksi nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.


Close Ads X