Defisit Neraca Pembayaran Makin Membesar - Kompas.com

Defisit Neraca Pembayaran Makin Membesar

Kompas.com - 10/08/2018, 19:37 WIB
Bank Indonesia (BI) merilis bahwa defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2018 mengalami peningkatan sebesar 8 miliar dollar AS. Foto diambil Jumat (10/8/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Bank Indonesia (BI) merilis bahwa defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2018 mengalami peningkatan sebesar 8 miliar dollar AS. Foto diambil Jumat (10/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2018 kembali mengalami defisit. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit tersebut mencapai 4,3 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Angka ini lebih besar dibandingkan kuartal I 2018, yang tercatat defisit 3,8 miliar dollar AS.

Adanya peningkatan surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal II 2018 sebesar 4 miliar dollar AS tidak cukup untuk menutupi defisit NPI.

"Surplus transaksi modal dan finansial kuartal II 2018 tersebut belum cukup untuk membiayai defisit transaksi berjalan sehingga pada periode ini NPI secara keseluruhan mengalami defisit sebesar 4,3 miliar dollar AS," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati dalam media briefing di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Pada kuartal I 2018, transaksi modal dan finansial mengalami surplus sebesar 2,4 miliar dollar AS. Peningkatan surplus tersebut pada kuartal II 2018 dijelaskan Yati sebagai cerminan optimisme investor asing dan domestik terhadap kinerja ekonomi dalam negeri.

Baca juga: Kemendag: Neraca Perdagangan pada Juli Masih Defisit

Lebih lanjut Yati menuturkan bahwa surplus transaksi modal dan finansial terutama datang dari tetap tingginya aliran investasi asing dan investasi portofolio yang kembali mencatat surplus.

"Surplus investasi lainnya juga meningkat terutama didorong penarikan simpanan penduduk pada bank di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di dalam negeri," sambungnya.

Adapun dengan kembali defisitnya NPI tersebut, maka posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2018 tercatat sebesar 119,8 miliar dollar AS.

Angka tersebut lebih rendah dari kuartal I 2018 yang mencapai 126 miliar dollar AS.



Close Ads X