Kisah Poniman Makmurkan Tetangga dengan Susu Kambing Ettawa - Kompas.com

Kisah Poniman Makmurkan Tetangga dengan Susu Kambing Ettawa

Kompas.com - 11/08/2018, 12:02 WIB
Pemilik susu kambing Ettawa, Poniman (41).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Pemilik susu kambing Ettawa, Poniman (41).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Susu kambing disebut memiliki khasiat lebih tinggi daripada susu sapi maupun susu kuda. Keunggulan susu kambing yakni tingkat proteinnya yang tinggi, 6,24 persen ketimbang sapi yang hanya 3,3 persen.

Susu kambing diyakini dapat menyembuhkan penyakit paru-paru dan asma.

Salah satu usaha mikro kecil menengah yang membudidayakan susu kambing adalah Etawa Agro Prima yang terletak di Desa Kemirikebo Girikerto Turi, Sleman, Yogyakarta. Pemiliknya, Poniman (41) telah 19 tahun menjalankann bisnis susu kambing.

Sebelumnya, dia hanya menjual kambing ternak untuk dimanfaatkan dagingnya. Hingga suatu hari, Poniman melihat susu kambing Etawa ternyata juga berpotensi dijual karena memiliki sejumlah khasiat.

Baca juga: Kisah Ahmad Mu?tamir, Petani Kentang dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

"Kami dapat pelatihan program pemerintah untuk pengolahan pangan. Ternyata susu kambing bisa dimanfaatkan," ujar Poniman saat ditemui di rumah produksi susu kambing Ettawa, Kamis (9/8/2018).

Usaha Poniman baru mendapat bantuan modal dari PT Permodalan Nasional Madani sejak 2015. Modal awal yang dipinjamkan saat itu Rp 200 juta. Saat ini, usaha Poniman sudah bisa meminjam Rp 500 juta.

Setiap pagi, Poniman menerima susu kambing murni yang disetorkan para peternak. Saat ini ada 100-150 peternak yang rutin menyetorkan susu kambing ternaknya. Poniman membeli Rp 15.000 perliter. Harganya tiga kali lipat dibandingkan dengan harga susu sapi murni yang dibanderol Rp 5.000 perliter.

Peternak yang bermitra dengan usaha Poniman merupakan penduduk yang tinggal di sekitar tempat usaha tersebut.

"Kebanyakan di sini sudah peternak kambing semua," kata Poniman.

Proses produksi susu kambing Ettawa di Desa Kemirikebo Girikerto Turi, Sleman, Yogyakarta.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Proses produksi susu kambing Ettawa di Desa Kemirikebo Girikerto Turi, Sleman, Yogyakarta.
Poniman mengakui ada kendala saat baru akan memulai usaha susu kambing. Kendalanya terletak pada upaya meyakinkan masyarakat sekitar bahwa susu kambing punya nilai jual. Sebab, selama ini umumnya kambing hanya dimanfaatkan daging dan kulitnya.

Untungnya kata Poniman, sebagian besar peternak tersebut sudah teredukasi dengan baik sehingga mudah diajak transformasi bisnis.

Untuk pekerja pengolahan susu, Poniman juga menyerap ibu-ibu yang tinggal di sekitarnya. Saat ini ia memiliki 30 karyawan untuk produksi dan lima karyawan untuk pengemasan.

"Kita manfaatkan dari sekitar kita yang tidak ada pekerjaan, kita karyakan sehingga mendapat penghasilan tiap bulan," kata Poniman.

Seiring berjalannya bisnis, inovasi pun tercipta. Susu kambing milik Poniman tak hanya diolah menjadi susu bubuk, tapi juga menjadi permen susu karamel. Susu bubuknya pun diberi berbagai rasa seperti vanilla, cokelat, stroberi, dan jahe.

Ada pula kerupuk susu, di mana air yang digunakan mencampur adonan kerupuk diganti dengan susu kambing. Setiap harinya mereka memproduksi 300 liter susu kambing.

Produk Poniman pun sudah menembus pasar luar Yogyakarta, seperti Jakarta, Lampung, Surabaya, Bukittinggi, hingga Kalimantan. Poniman memanfaatkan media sosial untuk pemasaran dan sering ikut pameran untuk memperluas relasi.

Salah satu pekerja bernama Tuminem (48) mengaku usaha susu kambing tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya.

Tuminem juga merupakan peternak kambing yang tinggal di sekitar rumah produksi itu. Dia memiliki sembilan kambing, sementara anak-anaknya memiliki lebih banyak kambing hingga 30 ekor.

Sebelumnya, Tuminem hanya menunggu pembeli kambing ternaknya. Kini, Tuminem punya pemasukan lain dengan menyetorkan 20 liter susu kambing dengan perolehan Rp 300.000 setiap harinya. . Hanya dengan menjual susu kambing saja, Tuminem bisa mendapat Rp 9 juta per bulan.

Tak hanya itu, ia juga menjadi salah satu pengolah susu kambing murni menjadi susu bubuk, permen karamel, dan kerupuk susu. Pekerjaannya terbilang tidak mudah.

Untuk mengolah susu murni menjadi susu bubuk, pekerja harus mengaduk susu di wajan selama tiga jam non stop. Dalam sehari, jam kerjanya sekitar delapan hingga sembilan jam.

"Lumayan ada kegiatan dan penghasilan tambahan selain beternak," kata Tuminem.



Close Ads X