Mendes PDTT Sepakati Buat "Desk Malaysian Invesment Indonesia" - Kompas.com
KILAS EKONOMI

Mendes PDTT Sepakati Buat "Desk Malaysian Invesment Indonesia"

Kompas.com - 12/08/2018, 20:49 WIB
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo bersepakat dengan Minister of International Trade and Industry (MITI) H.E. Darell Leiking dari Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Perdagangan untuk membuat satu desk Malaysian Invesment Indonesia, Sabtu (11/8/2018)Dok. Humas Kemendes PDTT Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo bersepakat dengan Minister of International Trade and Industry (MITI) H.E. Darell Leiking dari Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Perdagangan untuk membuat satu desk Malaysian Invesment Indonesia, Sabtu (11/8/2018)


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meningkatkan iklim investasi, Indonesia- Malaysia terus meningkatkan hubungan bilateral.

Dalam hal ini Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo bersepakat dengan Minister of International Trade and Industry (MITI) H.E. Darell Leiking dari Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Perdagangan untuk membuat satu desk Malaysian Invesment Indonesia.

Desk itu dibuat untuk mengatasi persoalan investasi yang dihadapi kedua negara tersebut.

"Kami sepakat untuk membuat satu desk Malaysian Invesment Indonesia. Kalau ada persoalan-persoalan Malaysia investasi di Indonesia desk itu akan menyelesaikan segera," ujar Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dalam pernyataan tertulis, Minggu (12/8/2018).

Baca juga: Indonesia-Malaysia Siap Kerja Sama Tarik Potensi Turis Mancanegara

Eko Putro Sandjojo dan H.E. Darell Leiking kemarin (11/8/2018) melakukan pertemuan di Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta untuk membahas investasi.

Tahun lalu, investasi Malaysia di Indonesia cukup baik yaitu sekitar 7,2 juta dollar AS dan sudah meningkatkan peringkat Malaysia dari urutan ke-5 investasi di Indonesia menjadi ke-4.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dalam 3 tahun ini telah memangkas lebih dari 1.200 regulasi. Oleh karenanya, business improve Indonesia meningkat dari peringkat 102 ke 72.

"Untuk mempercepat itu makanya kita bersepakat bentuk desk, jadi kalau ada kesulitan-kesulitan bisa diselesaikan, saya kemarin juga bantu ada Malaysian SMI investasi di area Pandeglang itu juga cukup aktif. MSI investment di desa-desa juga kita welcome. Desk tersebut seperti call center, kalau ada apa-apa bisa dilaporkan di sana. Desk akan dibuat segera, next week sudah dibuat," katanya.

Baca juga: Kerja Sama dengan Malaysia dan Thailand Jalur Laut Jadi Fokus Jokowi

Selain itu, kalau ada permasalahan di kementerian lain atau di pemerintahan daerah, desk itu akan menyelesaikan segera. Untuk memudahkan hal tersebut akan langsung membuat Whatsapp.

"Jadi kalau ada masalah, supaya tidak birokratif kita langsung Whatsapp, jadi kita bisa atensi dan cepat mengambil keputusan," ujarnya.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo bersepakat dengan Minister of International Trade and Industry (MITI) H.E. Darell Leiking dari Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Perdagangan untuk membuat satu desk Malaysian Invesment Indonesia, Sabtu (11/8/2018)Dok. Humas Kemendes PDTT Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo bersepakat dengan Minister of International Trade and Industry (MITI) H.E. Darell Leiking dari Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Perdagangan untuk membuat satu desk Malaysian Invesment Indonesia, Sabtu (11/8/2018)

Sejalan dengan hal tersebut, Minister of International Trade and Industry (MITI) H.E. Darell Leiking mengatakan, perbincangan bilateral yang baik dan eksplorasi usaha antara Indonesia dengan Malaysia juga membahas bagaimana memperbaiki dan mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia.

"Pak Eko memberikan jaminan bahwa Indonesia bersedia untuk menolong usahawan dan tenaga kerja dari Malaysia di Indonesia. Dan beliau telah memberi opsi yang sangat baik jika ada masalah yang dihadapi tenaga kerja dari Malaysia kontak saya secara Whatsapp saja. Kalau ada masalah di Malaysia kami pun beri jaminan yang sama kepada Indonesia," kata dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X