Jokowi dan Prabowo Mulai Siapkan Tim Ekonomi

Kompas.com - 13/08/2018, 11:37 WIB
Jokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014). KOMPAS.COM/ FABIAN JANUARIUS KUWADOJokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan  Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Joko Widodo ( Jokowi) - Ma'ruf Amin serta Carpres Prabowo Subianto  dan Cawapres Sandiaga Uno mulai membentuk tim ekonomi.

Beberapa nama begawan ekonomi Indonesia mulai disebut-sebut. Bahkan pasangan Prabowo-Sandi, dikabarkan sudah meminta mantan Gubernug Bank Indonesia (BI) Burhanudin Abdulah dan Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier untuk menjadi tim ekonominya.

Anggawira, Fungsionaris DPD Partai Gerindra bilang, sejauh ini ada beberapa nama sudah dikumpulkan. “Sudah ada pembentukan tim ekonomi, sedang dibahas, ada Burhanudin Abdulah, Fuad Bawazier,  tokoh-tokoh senior, dan dari yang muda juga ada saya,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Hanya, kata Angawira, para tokoh tersebut masih belum membahas soal visi dan misi ekonomi sang calon presiden. Nama-nama tersebut juga belum dikukuhkan secara resmi, karena masih dalam tahap penyusunan.

Baca juga: Darmin: Pasar Sambut Positif 2 Pasang Capres dan Cawapres

Selain dua orang itu, ekonom dari partai pengusung yaitu PAN dan PKS juga akan dilibatkan. "Ada nama seperti Drajad Wibowo dari PAN dan dari PKS juga saya lihat ada ekonom-ekonom yang bagus juga,” ujarnya.

Dia menyebut, sejauh ini Prabowo-Sandiaga konsen terhadap pembangunan ekonomi. Bahkan ini kerap menjadi isi pidato Sandiaga di setiap kesempatan.  “Jelas kalau untuk ekonomi, lapangan pekerjaan dan harga-harga yang tidak stabil akan menjadi konsen utama. Bagaimana kita melaksanakan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” katanya.

Prabowo-Sandi, menurutnya, akan fokus pada pengembangan ekonomi berbasis sektor pertanian dan agro industri. Hal itulah yang kemudian akan dimaksimalkan demi tercapainya ekonomi yang berkeadilan dan merata

Di sisi lain, pasangan petahana Jokowi-Ma'ruf Amin juga masih menggodok nama-nama tim ekonominya. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi, pihaknya masih menyusun nama-nama tim yang akan mempertajam visi dan misi ekonomi jagoannya.

"Untuk nama - nama tim, masih disusun kelengkapannya," ujarnya kepada Kontan, Minggu (12/8/2018).

Baca juga: Saham Saratoga Menguat, Prabowo-Sandiaga Bisa Penuhi Harapan Pasar?

Sayang, dia menutup rapat nama-nama yang akan diusung, sebab menurutnya, penyusunan kelengkapan tim tersebut masih dirapatkan di tingkat Sekretaris Jenderal sejumlah partai yang pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Kepastian hukum

Kepada tim ekonomi kedua Capres dan Cawapres, Kadin Indonesia berharap, kepastian hukum berbisnis akan semakin ditegakkan. Kepastian itu juga termasuk dalam kepastian regulasi yang tidak mudah berubah-ubah. Kemudian adanya harmonisasi antara peraturan di pusat dan di daerah.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan International Shinta W Kamdani mengatakan, siapapun yang terpilih, Kadin akan melihat visi dan misinya. Kadin berharap pembangunan hard dan soft infrastucture dijalankan.

Hard infrastucture menjurus pada peningkatan konektivitas khususnya transportasi. Sedang soft infrastructure, memastikan pembangunan sumber daya manusia yang menjadi inti pembangunan. (Abdul Basith, Arsy Ani Sucianingsih, Kiki Safitri)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Jokowi & Prabowo mulai bentuk tim ekonomi

Kompas TV Namun ada sekitar  20-30 persen pemilih yang mengambang dan pemilih baru yang relatif memili preferensi pilihan dengan memperhitungkan visi dan misi

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X