Prudential Luncurkan Program Pemberdayaan Indonesia Timur

Kompas.com - 13/08/2018, 20:05 WIB
Konferensi pers PT Prudential Life Indonesia di Jakarta, Kamis (5/4/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Konferensi pers PT Prudential Life Indonesia di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Prudential Life Assurance hari ini memperkenalkan program East Indonesia Empowerment atau Pemberdayaan Indonesia Timur di bawah inisatif Community Investment.

“Komitmen kami di Prudential Indonesia adalah untuk tidak hanya memberikan perlindungan jangka panjang bagi jutaan keluarga di seluruh Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat sekitar," kata Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dalam pernyataan yang diterima Kompas.com, Senin (13/8/2018).

Community Investment, imbuh Reisch, adalah salah satu fokus utama perseroan untuk mendukung masa depan masyarakat Indonesia melalui beragam program di bidang pendidikan, kesehatan, keselamatan dan kewirausahaan. Bidang-bidang ini mewakili tantangan-tantangan penting di Indonesia, dan sejalan dengan bidang usaha Prudential Indonesia.

Kegiatan tanggung jawab sosial Prudential Indonesia sudah berjalan selama belasan tahun  bekerja sama dengan pemerintah, regulator, organisasi-organisasi nirlaba dan pemangku kepentingan lainnya.

“Selama bertahun-tahun, Prudential Indonesia telah melaksanakan beragam program yang memberi dampak nyata kepada komunitas di mana kami berada, antara lain membantu anak-anak melawan kanker, memberikan pelatihan-pelatihan literasi keuangan untuk wanita dan anak-anak, hingga memberikan bantuan bencana alam,” ujar Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director, Prudential Indonesia.

Menurut data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), 27,74 persen penduduk Papua masih hidup dalam kemiskinan dan 63.770 warga di sana menganggur. Survei indeks kebahagiaan oleh BPS juga menunjukkan bahwa Papua adalah salah satu daerah yang indeks kebahagiaannya paling rendah di Indonesia, mengingat kondisi yang menantang dalam sejumlah aspek mendasar kehidupan, seperti kesehatan, pendidikan, pendapatan, kondisi rumah, dan keselamatan.

Survei Literasi dan Inklusi keuangan oleh OJK pada tahun 2016 juga mencatat bahwa pengetahuan mengenai keuangan untuk hampir keseluruhan Indonesia Timur lebih rendah dibandingkan wilayah-wilayah lain. Papua Barat menduduki peringkat terendah di 19,27 persen dan Papua 22,18 persen.

Rinaldi Mudahar, Country CEO, Community Investment Prudential Indonesia, menjelaskan, pihaknya akan fokus pada entrepreneurship atau kewirausahaan sebagai program unggulan.

"Di mana program ini akan kami awali dengan melihat dan menilai langsung ke lapangan untuk memastikan area-area di mana dan kelompok masyarakat mana yang akan menjadi wilayah target dan penerima manfaat kami selama tiga tahun ke depan” tambah Rinaldi.





Close Ads X