RI dan Rusia Bentuk Kelompok Kerja Bahas Mekanisme Pembelian Sukhoi

Kompas.com - 13/08/2018, 20:13 WIB
Teknisi sedang menyiapkan pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara sebelum terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2014). Sukhoi merupakan salah satu jenis pesawat tempur untuk pertahanan dan menjaga keamanan wilayah Indonesia. KOMPAS/HERU SRI KUMOROTeknisi sedang menyiapkan pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara sebelum terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2014). Sukhoi merupakan salah satu jenis pesawat tempur untuk pertahanan dan menjaga keamanan wilayah Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjanjian kerja antara Rusia dan Indonesia dalam pembelian pesawat sukhoi akan dibahas dalam suatu kelompok kerja.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan ( Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, kelompok kerja tersebut akan membahas mekanisme imbal beli pesawat Sukhoi oleh Indonesia dan sejumlah komoditas oleh Rusia.

"Kemendag dan pemerintah Rusia akan melakukan pembahasan yang mendalam melalui working group. Semua akan dibahas lebih detil," ujar Oke di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Diketahui, Indonesia membeli unit pesawat 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia seharga 1,14 milar dollar AS. Sementara itu, Indonesia menawarkan sejumlah komoditas kepada Rusia senilai 570 juta dollar AS.

Oke menegaskan bahwa transaksi itu dilakukan secara imbal beli, bukan barter. Kemudian, dalam kelompok kerja itu nantinya akan dibahas komoditas apa saja yang ditawarkan hingga mekanisme imbal belinya seperti apa.

Indonesia menyusun komoditas yang akan ditawarkan, sementara Rusia juga menyiapkan daftar komoditas yang mereka minati.

"Kalau mereka tertarik tapi di sini tidak siap diekspor kan sama juga. Jadi itu akan dibahas," kata Oke.

Oke menargetkan kelompok kerja itu akan aktif secepatnya. Saat ini tahapannya masih menyusun aturan main untuk kelompok tersebut, termasuk anggota dan tugas dari mereka.

Oke berharap pembahasan dalam kelompok kerja tidak berlarut-larut sehingga kedua pihak saling menyepakati soal komoditas dalam imbal beli. Saat ini baru keluar kesepakatan sementara soal komoditas tersebut.

"Perdagangan Indonesia Rusia ada banyak. Tapi ada juga yang melalui working group ini. Itu yang akan didiskusikan dalam rangka imbal beli," kata Oke.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X