Tangkal Efek Turki, Argentina Naikkan Suku Bunga Jadi 45 Persen

Kompas.com - 14/08/2018, 10:10 WIB
Ilustrasi Thinkstock/Zoonar RFIlustrasi

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Bank sentral Argentina mengambil langkah cepat menangkal krisis keuangan Turki dan meneguhkan niat investor yang goyah akibat skandal korupsi mantan Presiden Christina Fernandez.

Banco Central de la Republica Argentina (BCRA) memutuskan kemarin Senin (13/8/2018), menaikkan bunga acuannya 500 basis poin ke level rekor tertinggi 45 persen. Bank sentral akan mempertahankan level ini setidaknya sampai Oktober.

BCRA juga mengatakan, akan melepas secara bertahap kepemilikan obligasi jangka pendek senilai 33,2 miliar dollar AS dengan tujuan mengurangi volatilitas peso ketika efek ini dirilis. Selain itu, bank sentral juga mengganti sistem lelang dollar agar lebih sulit diprediksi para trader dan spekulan.

Keputusan menaikkan bunga dan memperketat perdagangan dollar/peso ini diambil setelah mata uang Argentina menembus level 30 peso per dollar AS untuk pertama kalinya pada Senin. Peso akhirnya ditutup melemah 2,3 persen menjadi 29,93 perso per dollar AS.

Baca juga: Sebabkan Kurs dan Saham Asia Anjlok, Apa yang Terjadi di Turki?

Sejatinya, ini merupakan kali keempat BCRA menaikkan bunga di tahun ini. Peso Argentina sudah jatuh 38 persen sepanjang tahun ini, sementara imbal hasil obligasinya naik melewati 10 persen.

Tapi, mayoritas penjualan peso Argentina terjadi dua hari terakhir, yaitu sampai melemah 6 persen, dipicu kekhawatiran masalah Turki akan berimbas pada pasar berkembang.

Pengawas moneter Argentina ini juga mendorong investor tetap memegang peso, untuk menjaga kesehatan inflasinya yang sudah tinggi.

Seperti dikutip dari Financial Times, pasar memperkirakan, inflasi Argentina bisa mencapai 32 persen di akhir tahun 2018, sementara pada Juni lalu mencapai 29,5 persen.

"Bank sentral Argentina menunjukkan keputusannya mencegah pelemahan kurs dan kenaikan inflasi. Ini cara klasik untuk bereaksi atas pukulan pada kurs," kata Alberto Ramos, Head of Latin America research Goldman Sachs, dikutip Bloomberg.

Langkah Argentina ini berbeda dengan Turki, yang saat ini masih menolak menaikkan bunga untuk menjaga kurs lira. Alih-alih, kemarin, Bank Sentral Turki memutuskan menggelontorkan sederet pelonggaran likuiditas untuk mengurangi ketegangan terhadap masalah likuiditas perbankan. (Sanny Cicilia)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Argentina menaikkan bunga 500 bps ke rekor tertinggi 45%




Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Whats New
Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X