2017, Ekspor RI ke Negara Timur Tengah Hanya 5 Persen

Kompas.com - 14/08/2018, 13:15 WIB
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani di Kemenperin, Jakarta Senin (20/2/2017). Pramdia Arhando JuliantoKetua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani di Kemenperin, Jakarta Senin (20/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) mencatat angka ekspor Indonesia ke negara-negara Timur Tengah masih relatif kecil, hanya 5 persen pada 2017.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan ekspor yang dilakukan negara-negara di Asia lainnya, seperti Malaysia ke Timur Tengah. Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, pada 2017, nilai ekspor ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebesar 23 miliar dollar AS.

"Kita ingin tingkatkan ekspor ke negara Timur Tengah. Ekspor kita ke sana masih jauh tertinggal," ujar Rosan di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Oleh karena itu, Kadin menganggap sidang tahunan Islamic Chamber of Commerce, Industry, and Agriculture (ICCIA) 2018 di Jakarta akan menjadi momentum bangkitnya ekspor Indonesia, terutama ke negara-negara anggota OKI.

Sebab, dalam forum tersebut hadir anggota federasi Kamar Dagang dari negara-negara peserta OKI. Selaij mendorong ekspor, Indonesia juga akan mempromosikan berbagai potensi ekonomi syariah di Indonesia untuk mendatangkan investor.

"Serta juga bagaiamana membuat melek finansial syariah pada berbagai lapisan masyarakat Indonesia yang notabene mayoritas muslim," kata Rosan.

Kadin sengaja mengajukan tanggal 22-23 Oktober 2018 sebagai waktu pelaksanaan sidang tahunan ICCIA. Sebab, keesokan harinya pada 24 Oktober 2018, di Jakarta akan digelar Trade Expo Indonesia (TEI).

Dengan demikian, setelah sidang tahunan ICCIA selesai, delegasi negara-negara peserta bisa langsung diajak ke acara TEI.

"Dari 57 negara, paling tidak ada 45 negara yang bawa pengusaha untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kita," tutur Rosan.

Ketua Pelaksana ICCIA Annual Meeting 2018, Mohammad Bawazeer mengatakan, sebesar 40 persen ekspor Indonesia ke Timur Tengah disalurkan ke Arab Saudi. Komoditasnya antara lain pangan, mebel, dan komoditas lain di luar minyak dan gas.

Menurut dia, negara konflik di Timur Tengah tak membuat ekspor dari Indonesia terhambat.

"Ada kenaikan dari sebelumnya empat persen (ekspor Indonesia ke Timur Tengah)," ucap Bawazeer.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
BP Tapera Akan Kembalikan Dana Pensiun PNS, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

BP Tapera Akan Kembalikan Dana Pensiun PNS, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Whats New
Menaker Sebut Rata-rata Gaji Penerima Subsidi Upah Rp 3,1 Juta

Menaker Sebut Rata-rata Gaji Penerima Subsidi Upah Rp 3,1 Juta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X