Kebutuhan Garam Nasional Capai 4,2 Juta Ton Per Tahun

Kompas.com - 14/08/2018, 20:45 WIB
Ladang garam milik PT Garam (persero) di Bipolo, Kupang, NTT, Selasa (14/8/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMALadang garam milik PT Garam (persero) di Bipolo, Kupang, NTT, Selasa (14/8/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Garam (persero) Budi Sasongko mengungkapkan, kebutuhan garam nasional mencapai 4,2 juta ton tiap tahunnya. Kebutuhan tersebut mencakup garam untuk konsumsi maupun industri.

Untuk menghasilkan 4,2 juta ton garam diperlukan lahan minimal seluas 40.000 hektar. Atas dasar itu, Indonesia masih kekurangan lahan untuk ladang garam guna mencapai swasembada.

"Sementara data KKP (lahan) milik PT Garam yang di Madura 5.000 hektar dan ditambah (lahan) nasional hanya 30.000 hektar. Jadi harus membuka lagi minimal 15.000 hektar. Itu baru (bisa) swasembada," ujar Budi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/8/2018).

Budi menambahkan, produksi garam nasional untuk kebutuhan konsumsi bisa terpenuhi. Namun, untuk kebutuhan garam industri Indonesia masih melakukan impor.

"Untuk (garam) industrinya pasti masih impor karena klimatologi terbatas hanya 3-4 bulan, di Bipolo kemarin hujan juga," ucap dia.

Budi menuturkan, pihaknya masih terkendala penambahan lahan di NTT. Sebab, tanah di NTT kebanyakan tanah adat.

"Menurut saya kendala kalau enggak clear and clear kita bisa dengan rakyat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pertimbangan bupati barangkali masih memandang itu ulayat, kita ikuti ajalah apa yang direkomendasi bupati," kata Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X