Realisasi Investasi Asing Turun Pertama Kali Sejak 2013

Kompas.com - 15/08/2018, 08:02 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (14/8/2018) menyebutkan bahwa penurunan investasi pada kuartal II 2018 sejalan dengan data BPS dan BI. KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOKepala BKPM Thomas Lembong dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (14/8/2018) menyebutkan bahwa penurunan investasi pada kuartal II 2018 sejalan dengan data BPS dan BI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penanaman Modal Asing ( PMA) pada kuartal II 2018 mengalami penurunan dibandingkan kuartal I 2017. Realisasi investasi PMA pada kuartal II 2018 anjlok 12,9 persen secara year on year (yoy).

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) mencatat bahwa investasi PMA kuartal II 2018 hanya sebesar Rp 95,7 triliun, sedangkan pada periode sama 2017 berhasil menembus Rp 109,9 triliun.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan bahwa penurunan realisasi investasi PMA kali ini merupakan yang pertama dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Ini pertama kali sejak 2013, sejak saat itu dari data kami enggak pernah ada kejadian penurunan investasi PMA," ujar Azhar di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Kendati demikian, sinyal penurunan investasi tersebut diakui Azhar sudah terjadi sejak 2017. Kemudian pada akhirnya ketika kuartal II 2018 hal tersebut benar-benar anjlok.

"Misalnya pada kuartal II 2017 itu Rp 109,8 triliun, kuartal III 2017 Rp 111,7 triliun, kuartal IV Rp 112 triliun. Jadi hampir nol pertumbuhannya. Ini perlambatannya sudah kelihatan, terus turun hingga akhirnya minus," sambung Azhar.

Menurunnya investasi PMA tersebut juga tak terlepas dari berubahnya komposisi penanaman uang oleh negara-negara investor langganan di Indonesia.

Korea Selatan menjadi negara yang mengalami penurunan investasi PMA paling besar. Jika pada kuartal I 2018, Korea Selatan menginvestasikan hingga 900 juta dollar AS, maka pada kuartal II 2018 melorot hingga Rp 211,9 juta dollar AS.

Situasi tersebut membuat Negeri Ginseng harus puas terlempar dari posisi lima besar negara dengan jumlah investasi paling banyak dan berada di posisi delapan.

"Korea Selatan itu turun paling jauh, makanya dia enggak masuk lagi lima negara investasi paling besar di Indonesia," tutur Azhar.

Berkaitan dengan hal itu, Singapura masih menjadi negara nomor satu dengan investasi terbesar di Indonesia yakni sebesar 2,4 miliar dollar AS (33,5 persen).

Kedua ada Jepang sebesar 1 miliar dollar AS (14,4 persen). Ketiga, China sebesar 0,7 miliar dollar AS (9,4 persen ). Berikutnya ada Hong Kong sebesar 0,6 miliar dollar AS (8,2 persen) dan terakhir Malaysia sebesar 0,4 miliar dollar AS (5,3 persen).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X