Jonan Kaget Pelayanan Kementerian ESDM Tertinggal Jauh dari KAI

Kompas.com - 15/08/2018, 12:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat menghadiri halal bihalal di gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat menghadiri halal bihalal di gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengaku terkejut pada hari pertama bekerja di kementerian tersebut pada 2016.

Sebab, Kementerian ESDM tak punya contact center yang melayani pengaduan masyarakat ataupun membutuhkan informasi berkaitan ESDM. Padahal, jauh sebelumnya saat masih memimpin PT Kereta Api Indonesia, perusahaan tersebut sudah memiliki contact center.

"Pas masuk ke ESDM, saya kaget. Mentalitas melayani masyarakat di sini tidak jauh beda sama sepuluh tahun lalu saya masuk KAI," ujar Jonan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/3018).

Jonan mengatakan, Presiden Joko Widodo mengarahkan agar semua unit kerja pemerintah memiliki semangat mrlayani masyarakat. Namun, ternyata ekspektasinya saat masuk ke Kementerian ESDM tidak sesuai.

Padahal, kata dia, tingkat pendidikan pegawai Kementerian ESDM jauh lebih tinggi ketimbang pegawainya semasa di PT KAI.

"Jadi mental tidak pernah dibangun dari pendidikan, tapi kultur kerja. Ini bukan soal pendidikan, bukan harga diri, tapi pelayanan masyarakat," kata Jonan.

Oleh karena itu Kementerian ESDM meluncurkan contact center 136 yang dapat diakses melalui ponsel ataupun telepon rumah dengan menekan nomor 136.

Layanan tersebut diharapkan mampu menjadi media komunikasi masyarakat agar lebih mudah mrnyampaikan keluhan, masukan, atau meminta informasi seputar ESDM.

Jonan juga berharap dengan peluncuran layanan baru ini, Kementerian ESDM semakin baik dalam melayani masyarakat. Ia juga meminta pegawai Kementerian ESDM mengikuti perkembangan zaman. 

Ia juga berterima kasih pada Icon Plus, anak perusahaan PLN  yang mengelola contact center ESDM.

Icon Plus juga mengelola call center pada beberapa perusahaan BUMN di bawah Kementerian ESDM seperti PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara, dan PT Perusahaan Gas Negara. 

Adanya contact center ESDM tak menggantikan fungsi keberadaan call center di perusahaan-perusahaan tersebut. Untuk keluhan dan pengaduan seputar Listrik, BBM, LPG tetap diutamakan melalui contact center ketiga BUMN tersebut.

"Semoga contact center ini bisa membantu masyarakat mendapat informasi lebih baik. Kalau bisa ada back up knowledge-nya," kata Jonan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

Whats New
Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X