Ini Kendala Pemerintah Aliri Listrik di Daerah 3T

Kompas.com - 15/08/2018, 12:15 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan BTS di Pulau Rote, NTT, Senin (13/8/2018).-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan BTS di Pulau Rote, NTT, Senin (13/8/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan kendala pemerintah untuk mengaliri listrik di daerah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal.

Menurut Rini, masalah jarak jadi kendala sendiri untuk membawa alat-alat untuk menyambung listrik di daerah tersebut.

"Di Pulau Rote kan lihat sendiri tempatnya begitu jauh. Tantangannya membawa alat-alat itu untuk ke tempat terdepan, ini karena medannya berat, harus lewat hutan, sungai. Jadi memakan waktu yang cukup lama. Selain itu biayanya juga tinggi," kata Rini di Kupang, NTT, Selasa (14/8/2018).

Kendati begitu, Rini memastikan pemerintah akan berupaya mengaliri listrik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal tersebut.

"Saudara kita di tempat jauh-jauh itu harus diutamakan. Mereka harus menikmati listrik," kata Rini.

Selain listrik, menurut Rini, daerah 3 T itu juga memerlukan akses telekomunikasi. Dengan mudahnya akses telekomunikasi, masyarakat di daerah terpencil bisa mengetahui informasi yang lebih luas.

"Karena dengan konektivitas telekomunikasi kita mengenal saudara-saudara kita ditempat terpencil, dan bisa meningkatkan perekonomian dengan membuat tenunan, jadi bisa dipasarkan di instagram, mereka bisa jual," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan Base Transreceiver Station (BTS) tenaga surya untuk menunjang sistem telekomunikasi di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Povinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rini berharap dengan dibangunnya BTS ini mampu mendongkrak perekonomian di pulau terluar Indonesia. Selain itu, keberadaan BTS ini diharapkan dapat mempermudah warga Pulau Rote dan sekitarnya untuk memperoleh informasi.

"Pak Presiden selalu menekankan ke kami bagaimana kami harus bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terdepan dari Indonesia. Justru bagian terdepan kita betul-betul harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena itu jendela pertama dari Indonesia," ujar Rini di lokasi peresmian, Senin (13/8/2018).

BTS yang dibangun tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya milik PT Surya Energi Indotama, anak usaha PT Len Industri (Persero).

PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.




Close Ads X