BI Menaikkan Suku Bunga 125 Bps Dalam 4 Bulan, Apa Saja Alasannya?

Kompas.com - 16/08/2018, 07:52 WIB
Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. KOMPAS IMAGESGedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DRRR) kembali naik pada Rabu, (15/8/2018) sebanyak 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen. Keputusan tersebut diambil selepas Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang dilaksanakan dua hari, yaitu Selasa (14/8/2018) dan Rabu.

Adapun dari awal tahun hingga bulan Juli kali ini, BI sudah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali, dengan total kenaikan sebesar 125 bps.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo selalu menyebut dalam setiap konferensi pers, kenaikan suku bunga merupakan kebijakan BI yang pre-emptive, prudent, dan ahead the curve.

Berikut perjalanan suku bunga acuan sepanjang Januari hingga Juli 2018:

1. Naik 25 bps pada 18 Mei 2018

Kenaikan suku bunga acuan pertama kali terjadi pada 18 Mei 2018. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen. Selain itu Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility 25 bps menjadi 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility naik 25 bps jadi 5,25 persen.

Gubernur BI saat itu, Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan yang ditempuh merupakan bagian dari bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah kondisi ketidakpastian global.

"BI ingin meyakini adanya depresiasi ataupun ekspetasi defisiasi yg dapat menimbulkan resiko kepada inflasi dan kita tidak ingin depresiasi ini berdampak kepada infalsi dan akhirnya berdampak kembali kepada depresiasi," ujarnya.

Namun, ternyata kenaikan suku bunga acuan saat itu tak cukup untuk mengembalikan nilai tukar rupiah. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan rupiah justru merosot dari posisi sebelumnya, Rp 14.074 pada 17 Mei menjadi Rp 14.107 pada 18 Mei pagi.

2. Naik 25 bps (29 Mei 2018)

BI kembali melakukan RDG pada 28-29 Mei 2018 lantaran posisi rupiah tak kunjung membaik selepas BI7DRRR dinaikkan 25 bps menjadi 4,50 persen pada 18 Juli 2018.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X