ESDM Akan Panggil Produsen Kartu Sakti yang Disebut Bisa Hemat Listrik

Kompas.com - 16/08/2018, 13:20 WIB
Alat penghemat listrik yang dijual bebas di pasaran. Kementerian ESDM memastikan alat tersebut tak bisa mempengaruhi tagihan listrik.-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Alat penghemat listrik yang dijual bebas di pasaran. Kementerian ESDM memastikan alat tersebut tak bisa mempengaruhi tagihan listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) akan memanggil produsen Xtra Card atau kartu sakti yang disebut bisa menghemat energi. 

Sebab, berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan PT PLN (Persero), kartu tersebut tak bisa menghemat energi ataupun mengurangi tagihan listrik masyarakat.

"Produsennya datang ke kantor lah, kalau memang pengujian mereka bilang ada penghematan. Jadi kita beradu (argumen). Nanti kita undang ahlinya, kita berdebat, kita uji lagi," ujar Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Jisman menambahkan, pihaknya sudah mendatangi kantor distributor kartu sakti tersebut. Namun, tak ada satupun orang yang bisa menjelaskan secara ilmiah kartu tersebut bisa menghemat energi listrik.

"Kita sudah ke lapangan, tapi susah ketemu dengan yang bisa menjelaskan alat ini bisa menghemat listrik. Teman-teman sudah ke alamatnya, tapi di lokasi seperti hanya MLM, jadi mereka enggak bisa jelasin," kata Jisman.

Jisman menuturkan, pemerintah mendukung langkah untuk penghematan energi. Namun, cara penghematan energi tersebut harus lah jelas.

Menurut dia, sebuah alat penghemat energi baru bisa digunakan setelah adanya pengujian secara empiris. Produk tersebut harus berlabel SNI.

"Kalau ini benar-benar bisa bantu masyarakat kita enggak resisten kok. Jadi harus lapor dulu. Nanti kita buatkan SNI-nya, ada pengujiannya, ada sertifikasinya, baru dipasarkan dengan baik dan benar," kata Jisman.

Xtra Card belakangan ini ramaj diperjual belikan di tengah masyarakat. Kartu ini dijual seharga Rp 350.000.

Kartu itu disebut bisa menghemat energi listrik yang berpengaruh ke pengurangan tagihan listrik masyarakat. Namun berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan PLN, kartu tersebut tak memiliki efek apapun.

Selain bisa menghemat energi listrik, kartu itu juga disebut bisa menghemat BBM dan gas. Cara pemakaiannya cukup ditempelkan di meteran listrik, tangi BBM atau di tabung gas.




Close Ads X