Ini Tips Hemat Listrik dari Kementerian ESDM

Kompas.com - 16/08/2018, 14:23 WIB
Alat penghemat listrik yang dijual bebas di pasaran. Kementerian ESDM memastikan alat tersebut tak bisa mempengaruhi tagihan listrik.-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Alat penghemat listrik yang dijual bebas di pasaran. Kementerian ESDM memastikan alat tersebut tak bisa mempengaruhi tagihan listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) memastikan alat penghemat energi listrik yang dijual di tengah masyarakat tak bisa kurangi tagihan listrik.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, untuk mengurangi tagihan listrik, masyarakat hanya perlu merubah perilaku. Masyarakat diminta mematikan alat elektronik yang sudah tak dipakai.

"Mislanya kalau nonton TV sesudahnya harus dimatikan, jangan sampai TV yang nonton kita," ujar Jisman dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Selain merubah prilaku, lanjut Jisman, masyarakat juga bisa menghemat listrik dengan menggunakan alat eletronik yang berteknologi iverter.

"Kedua dengan teknologi. Seperti AC inverter, itu kan ada teknologinya, itu teruji, benar. Kalau enggak ada orang bisa disensor, dimatikan," kata Jisman.

Menurut Jisman, teknologi inverter sudah teruji. Tidak seperti Xtra Card atau kartu sakti yang disebut mampu menghemat energi dan mengurangi tagihan listrik.

"Puslitbang PLN sudah menguji alat ini, hasilnya tidak berpengaruh apa-apa," ucap dia.

Xtra Card belakangan ini ramai diperjual belikan di tengah masyarakat. Kartu ini dijual seharga Rp 350.000.

Kartu itu disebut bisa menghemat energi listrik yang berpengaruh ke pengurangan tagihan listrik masyarakat. Namun berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan PLN, kartu tersebut tak memiliki efek apapun.

Selain bisa menghemat energi listrik, kartu itu juga disebut bisa menghemat BBM dan gas. Cara pemakaiannya cukup ditempelkan di meteran listrik, tangi BBM atau di tabung gas.




Close Ads X