Pindad Sebut Krisis Turki Tak Pengaruhi Proyek Medium Tank

Kompas.com - 16/08/2018, 15:46 WIB
Medium Tank hasil pengembangan bersama antara PT. Pindad dan FNSS Turki melakukan uji daya gerak di Pantai Bocor, Desa Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen, Jateng, Sabtu (11/8). Medium Tank Pindad adalah kendaraan tank pertama produksi Indonesia yang ditargetkan menyelesaikan berbagai tahapan pengujian sebelum diproduksi secara massal pada 2020. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/wsj/18. ANTARA FOTO/Idhad ZakariaMedium Tank hasil pengembangan bersama antara PT. Pindad dan FNSS Turki melakukan uji daya gerak di Pantai Bocor, Desa Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen, Jateng, Sabtu (11/8). Medium Tank Pindad adalah kendaraan tank pertama produksi Indonesia yang ditargetkan menyelesaikan berbagai tahapan pengujian sebelum diproduksi secara massal pada 2020. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/wsj/18.

BANDUNG, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menyatakan, krisis di Turki akan memengaruhi proyek medium tank yang tengah dikerjakan.

Medium tank tersebut merupakan proyek kerja sama dua negara yakni Indonesia yang diwakili Pindad dan Turki yang diwakili FNSS.

“Tetap lanjut (proyek medium tank). (Krisis Turki) tidak berpengaruh,” ujar Abraham seusai acara penyambutan medium tank di Bandung, Kamis (16/8/2018).

Pindad sambung Abraham, sengaja bekerja sama dengan Turki untuk menambah track record dan masuk ke dunia internasional.

Baca juga: Pindad akan Kembangkan Area Militer Komersil di Bandung

Lewat kerja sama ini pula, Pindad ingin membuktikan Indonesia memiliki kemampuan yang setara dengan bangsa lain menghasilkan tank yang mumpuni.

Saat ini, medium tank Pindad tengah memasuki serangkaian uji sertifikasi. Setelah tahapan uji sertifikasi selesai, Pindad bisa melakukan pemasaran sendiri, atau bekerja sama dengan pihak lain.

“Kontrak kita dengan Turki hanya pengembangan (medium tank). Persoalan pemasaran belum dibicarakan,” tutur Abraham.

Uji sertifikasi sendiri diperkirakan selesai akhir Agustus 2018. Setelah itu tim penguji dari TNI akan melakukan pemeriksaan dokumen.

Jika semua uji sertifikasi lulus, maka tim penguji akan mengeluarkan sertifikat untuk medium tank.

“Dengan Turki setelah uji terakhir kerja samanya berakhir,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, medium tank dinyatakan lulus dalam serangkaian uji sertifikasi mulai dari uji ketahanan atas ledak ranjau hingga uji daya gerak atau mobilitas.

Saat ini, medium tank hanya menyisakan uji daya gempur yang akan dilaksanakan 27-30 Agustus 2018. Setelah rangkaian uji ini selesai dan mendapat sertifikat, medium tank akan segera diproduksi untuk memenuhi kebutuhan TNI.

“Bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, kami juga menjual ke luar negeri,” kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X