Di Rapat Paripurna DPR, Jokowi Pamer Prestasi Ekonomi

Kompas.com - 16/08/2018, 18:36 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pidato kenegaraan pada sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPresiden Joko Widodo memberikan pidato kenegaraan pada sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan proyeksi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( RAPBN) 2019 dalam Rapat Paripurna di kompleks DPR/MPR, Senayan. Sebelum memaparkan target di 2019, Jokowi menyinggung capaian pemerintah di bidang ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.

Meski belum maksimal, Jokowi menganggap capaian dalam menjaga kondisi ekonomi cukup baik.

"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita masih mampu menjaga kinerja ekonomi relatif baik dan stabil," ujar Jokowi dalam Rapat Paripurna RAPBN 2019 di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Pertama, Jokowi menyebut soal pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, dari 5 persen pada 2014 menjadi 5,17 persen pada semester I tahun 2018. Selain itu, inflasi cukup terjaga di angka 3,18 persen pada Juli 2018.

Baca juga: Tahun Depan, Pemerintah Akan Naikkan Gaji PNS Sebesar 5 Persen

"Inflasi turun dari 8,36 persen pada tahun 2014," kata Jokowi. Jokowi mengatakan, kinerja ekonomi tersebut mampu memperbaiki indikator utama kesejahteraan masyarakat.

Hal ini terlihat dari tingkat pengangguran yang turun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen. Angka kemiskinan pun turun dari 11,25 persen pada 2014 menjadi satu digit 9,82 persen pada 2018. Selain itu, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan turun dari 0,406 menjadi 0,389. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun diharapkan naik menjadi 71,5 pada tahun 2018.

"Perbaikan indikator kesejahteraan rakyat itu terus kami upayakan di tengah dinamika yang ada," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, reformasi fiskal dan struktural yang dilakukan Pemerintah mengembalikan Indonesia ke peringkat layak investasi dari seluruh lembaga rating internasional.

Peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business) juga meningkat tajam, naik 48 peringkat dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, Logistic Performance Index Indonesia juga naik tujuh peringkat dalam periode 2014-2018.

"Capaian-capaian tersebut menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus bekerja keras bagi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kompas TV Berikut pidato kenegaraan Jokowi secara lengkap. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X