Kompas.com - 17/08/2018, 15:48 WIB
Petugas teller Bank Mandiri menghitung uang rupiah di kantor cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (11/8/2017). KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPetugas teller Bank Mandiri menghitung uang rupiah di kantor cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah menyampaikan target asumsi makro ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 di hadapan anggota dewan.

Sejumlah indikator ekonomi makro untuk 2019 dirasa lebih realistis dibandingkan APBN 2018. Terdapat beberapa pos yang targetnya tak jauh berbeda dengan capaian APBN 2018.

Jokowi menyatakan, capaian selama semester I 2018 menjadi landasan dalam menyusun Asumsi Dasar Perhitungan RAPBN tahun 2019.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menganggap proyeksi RAPBN lebih realistis.

"Indikator ekonomi makro RAPBN 2019 cukup realistis, moderat, dan mengakui adanya tantangan," dalam keterangan tertulis, Kamis (17/8/2018).

1. Pertumbuhan ekonomi

Indikator pertama, yakni pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sebesar 5,3 persen. Angkanya tak jauh beda dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 yakni 5,27 persen. Sementara APBN 2018 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

2. Inflasi

Proyeksi inflasi pada RAPBN 2019 masih sama dengan target APBN 2018, yakni 3,5 persen. Sementara itu, capaian inflasi tahunan Juli 2018 sebesar 3,18 persen.

3. Nilai tukar rupiah

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.