KILAS EKONOMI

2019, Anggaran Kemnaker Naik Rp 1,7 Triliun

Kompas.com - 20/08/2018, 07:33 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menemukan pelanggaran saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).  Dok KemnakerKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menemukan pelanggaran saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan anggaran di Kementerian Ketenagakerjaan 2019 naik sekira Rp 1,7 triliun dari Rp 4 triliun menjadi Rp 5,7 triliun.

“Tahun 2019, Bu Menteri Keuangan menambah anggaran di Kemnaker sekitar Rp1,7 triliun. Dari biasanya rata-rata Rp 4 triliun menjadi Rp 5,7 triliun. Dari sekitar tambahan Rp 1,7 triliun itu masih fokusnya menggenjot peningkatan kompetensi di masyarakat,” kata Hanif saat menghadiri konperensi pers RAPBN 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018) lalu.

Menaker mengatakan, program andalan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) tetap percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja, sertifikasi profesi, serta membangun kewirausahaan di kalangan anak muda.

“Terobosan yang baru yakni komitmen pemerintah terhadap pesantren dan masyarakat di sekitar pesantren melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas. Tahun 2019, dianggarkan Rp 1 triliun di 1.000 titik,“ kata Hanif.

Baca juga: 2019, Kemnaker Targetkan 1.000 Titik Balai Latihan Kerja Komunitas

Dampak dari peningkatan anggaran itu, kata dia, pelatihan BLK di pemerintah pada 2018 sekitar 136.724 orang dan akan ditingkatkan pada 2019 menjadi 215.344 orang.

“Kemudian untuk kewirausahaan dan produktivitas dari sekitar 17.890 akan ditambah menjadi 38.845 orang. Sedangkan, untuk pemagangan juga kita tingkatkan dari 70.790 menjadi 210.000. Ini lebih dari 100 persen peningkatannya,” kata Hanif.

Pemerintah akan melibatkan melalui masyarakat baik lembaga pelatihan kerja swasta maupun komunitas untuk pelatihan, termasuk pelatihan untuk pekerja migran Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat menghadiri konperensi pers RAPBN 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018) Dok. Humas kemenaker Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat menghadiri konperensi pers RAPBN 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018)

Adapun jumlah pelatihan pada 2018 sebanyak 14.000 akan ditingkatkan menjadi 62.000 pada 2019. Jadi, secara keseluruhan peningkatan kompetensi yang dilakukan dari 239.404 pada 2018 ditingkatkan lebih dari dua kali lipat menjadi 526.189.

“Khusus untuk sertifikasi juga mengalami peningkatan sangat pesat. Dari 260.084 sertifikasi profesi di tahun 2018, pada tahun 2019 juga akan ditingkatkan menjadi 526.189,” ujar Hanif

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X