Akibat Gempa Lombok, Pegawai PLN Kerja di Tenda

Kompas.com - 20/08/2018, 18:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa susulan berturut-turut yang menimpa lombok sejak awal Agustus 2018 membuat penghuni Lombok dan sekitarnya terpaksa mengungsi karena rumahnya ambruk.

Instalasi listrik di beberapa wilayah pun padam total. Bahkan, kantor PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di wilayah yang terdampak bencana pun tak bisa beroperasi normal. Para pegawai memilih memasang tenda di depan kantor PLN agar bisa tetap bekerja.

"PLN buka tenda, tidak berani di gedung. Kami cari tenda baru untuk pegawai PLN," ujar Direktur Regional Bisnis PLN Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Djoko R Abumanan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Selain bekerja di kantor petugas lapangan tetap menginventarisir jaringan listrik maupun pembakit listrik yang terdampak gempa. PLN juga mendatangkan tim dari luar Lombok seperti dari Jawa bagian timur dan Bali.

Setelah dicek, ternyata listrik di tiga Gili mati total sehingga wisatawan harus diungsikan. Semua gardu listrik di sana rusak. Belum rampung menginstalasi ulang listrik, gempa kembali mengguncamg.

"Petugas PLN harus keluar (Gili). Yang tinggal di Mataram sudah tidak berani tinggal di bangunan," kata Djoko.

Minggu (19/8/2018) siang, kembali terjadi gempa dan diikuti beberapa gempa susulan. Djoko mengatakan, petugas PLN yang tengah menyambungkan kembali kelistrikan berhamburan. Bahkan, kata dia, satu kampung di Lombok terbakar akibat konsleting listrik karena gempa. Senin pafi, sistem kelistrikan di Mataram sudah pulih. Namun, sistem di Lombok Timur belum pulih karena tiang listrik berjatuhan.

"Pegawai lari smua. Petugas kelistrikan begitu dia rontok, dia lari selamatkan diri dulu," kata Djoko.

Tak dipungkiri, gempa tersebut menyisakan trauma bagi petugas PLN. Terutama dalam mengoperasikan kembali pembangkit listrik.

"Kita ganti-ganti timnya biar enggak stress. Ini sudah tim kedua diganti," sebut Djoko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.