OJK Ajukan Kasus BPR MAMS Sebagai Tindakan Pencucian Uang ke Bareskrim

Kompas.com - 21/08/2018, 15:30 WIB
Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Rokhmat Sunanto ketika memberikan penjelasan kepada awak media di kantornya, Selasa (21/8/2018). Kompas.com/Mutia FauziaKepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Rokhmat Sunanto ketika memberikan penjelasan kepada awak media di kantornya, Selasa (21/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) melalui Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan telah rampung menyidik tindak pidana perbankan Multi Artha Mas Sejahtera (MAMS).

Jumlah kerugian dari tindakan yang dilakukan oleh tersangka dengan inisial H mencapai Rp 6,28 miliar.

Ketua Departemen Penyidikan Rochmat Sunanto menjelaskan, sebagai tindak lanjut pihaknya telah mengajukan kasus BPR MAMS ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Sebab, jumlah dana yang diambil cukup besar dan OJK tidak memiliki kewenangan untuk melacak aset tersebut.

"Karena OJK tidak memiliki kewenangan melacak aset, kami menyerahkan kasus TPPU ( Tindak Pidana Pencucian Uang) ke Bareskrim Polri untuk men-tracking aset untuk apa saja dan ke mana saja," ujar Rochmat ketika memberikan keterangan pers di kantornya, Selasa (21/8/2018).

Kemudian, setelah berhasil dilacak ke mana saja dana dari hasil penggelapan tersebut dialirkan, maka barang-barang tersebut akan disita dan diserahkan sebagai harta kekayaan milik BPR MAMS di bawah pengawasan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"LPS kemudian yang akan menangani kerugian nasabah dan masyarakat," ujar Rochmat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X