Pembangunan Rel Ganda Sukabumi-Bogor Terkendala Pembayaran Uang Kerahiman Lahan

Kompas.com - 25/08/2018, 17:34 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi saat menyambangi lokasi proyek DDT Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong, Sabtu (25/8/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOMenhub Budi Karya Sumadi saat menyambangi lokasi proyek DDT Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong, Sabtu (25/8/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Pembangunan rel ganda Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong masih terkendala lahan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, pemerintah masih berusaha membebaskan lahan untuk pembangunan proyek tersebut.

"Lahan untuk tahap pertama ini kita hanya memberikan uang kerahiman karena itu adalah tanah-tanah kita (pemerintah)," ujar Budi Karya saat berkunjung ke lokasi proyek rel ganda Sukabumi-Bogor, Sabtu (25/8/2018).

Namun demikian, proses pembayaran uang kerohiman itu masih belum dilakukan lantaran masih menunggu keputusan dari (Pejabat) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan.

Terkendalanya proses pembayaran uang kerahiman tersebut pun berimbas pada minimnya progres pembangunan rel ganda Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong sepanjang tujuh kilometer.

"Progresnya saat ini 10 persen karena menunggu (pembayaran) kerahiman. Kerahiman kalau keputusan dari gubernur selesai kita cepat," sambung Budi Karya.

Budi Karya menargetkan, pembayaran uang kerahiman tersebut bisa dirampungkan akhir bulan ini sehingga target pembangunan double track seksi Cicurug-Cigombong juga bisa terealisasi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menyatakan bahwa pembangunan DDT seksi tersebut bisa rampung akhir tahun ini.

"Target akhir tahun kita harapkan bisa 100 persen. Ini kita mau kebut. Pembayaran kerahiman sendiri untuk 550 kepala keluarga di sepanjang jalur Cicurug-Cigombong. Kita akan segera lakukan pembayaran dan targetkan akhir bulan ini selesai," tandas Zulfikri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X