Kuartal II 2018, Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 22,9 Persen

Kompas.com - 27/08/2018, 14:45 WIB
Konferensi Pers Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Senin (27/8/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa Nurfadilah Konferensi Pers Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Senin (27/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI) melaporkan total pendapatan industri asuransi jiwa nasional pada kuartal II 2018 sebesar Rp 89,73 triliun.

Capaian tersebut turun 22,9 persen bila dibandingkan dengan pendapatan kuartal II 2017 yakni Rp 116,35 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, perlambatan dari pertumbuhan total pendapatan ini disebabkan oleh hasil investasi industri asuransi nasional yang negatif.

"Total pendapatan industri asuransi jiwa di kuartal II 2018 mengalami perlambatan, hal ini disebabkan adanya nilai negatif dari hasil investasi di kuartal II 2018," ujar Hendrisman dalam konferensi pers, Senin (27/8/2018).

Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 104,3 persen. Meski begitu, total pendapatan premi tercatat masih tumbuh 5,5 persen sebagai hasil dari meningkatnya pertumbuhan total premi bisnis baru dan lanjutan, menjadi Rp 93,58 triliun pada kuartal II 2018 dari Rp 88,6 triliun pada kuartal II 2017.

Total pendapatan premi bisnis baru kuartal II 2018 tercatat Rp 59,85 triliun, yakni naik 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 55,73 triliun. Selain itu, total premi lanjutan tumbuh 2,4 persen dari Rp 32,93 triliun pada kuartal II 2017 menjadi Rp 33,73 triliun pada kuartal II 2018.

Hendrisman menambahkan, pertumbuhan total pendapatan premi didorong oleh pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 9,5 persen dan berkontribusi sebesar 44,9 persen.

Kemudian, saluran keagenan pun mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 9,9 persen dengan kontribusi 39,3 persen. Sementara itu, saluran distribusi alternatif mengalami perlambatan 12,2 persen dan berkonribusi sebesar 15,9 persen.

"Dari data tersebut, dapat terlihat jika tingkat kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa terus bertumbuh," ujar Hendrisman.

Terkait investasi, Hendrisman menyebutkan nilai investasi pada kuartal II 2018 adalah Rp 445,83 triliun. Ini meningkat 2,4 persen dari jumlah investasi pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 435,59 triliun.

Kenaikan nilai investasi ini menjadi kontributor utama dalam kenaikan total aset yang meningkat 1,2 persen menjadi Rp 499,96 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 493,99 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X