Mendag Pastikan Impor Beras Tahun Ini Hanya 2 Juta Ton

Kompas.com - 27/08/2018, 18:30 WIB
Sejumlah buruh panggul memikul beras hasil serapan dari petani di Gudang Bulog Lingga Jaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/5/2018). ANTARA/ADENG BUSTOMISejumlah buruh panggul memikul beras hasil serapan dari petani di Gudang Bulog Lingga Jaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan jumlah impor beras untuk kebutuhan tahun 2018 pada batas 2 juta ton. Impor 2 juta ton beras itu dilakukan secara bertahap, dengan dua kali impor dengan jumlah masing-masing 500.000 ton dan satu kali impor 1 juta ton.

"Keputusan (impor 2 juta ton) itu sudah dari bulan April, berdasarkan rakor (rapat koordinasi), bukan saya yang impor," kata Enggar saat ditemui usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (27/8/2018).

Enggar menjelaskan, pelaksanaan impor beras 2 juta ton dilakukan oleh Perum Bulog. Keputusan untuk impor beras 2 juta ton juga didasarkan pada pertimbangan Bulog yang menilai permintaan dan penawaran serta perkiraan stok beras yang aman untuk sepanjang tahun ini.

"Karena suplainya berkurang dan kecenderungan harganya meningkat, keterisian stoknya berkurang, maka kami isi," tutur Enggar.

Enggar merunut, tahun 2014 pemerintah telah mengimpor 2,5 juta ton beras. Sementara tahun 2015 hingga 2016 pemerintah mengimpor 1,5 juta ton, ditambah dengan 2 juta ton beras impor untuk kebutuhan tahun ini.

Dalam waktu dekat, Enggar memastikan beras impor akan dikeluarkan ke pasar dengan mempertimbangkan ketersediaan stok di lapangan. Hal itu dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi.

"Sekarang kami sudah rakor, dan memerintahkan kembali guyur pasar atau penetrasi pasar mulai hari ini," ujar Enggar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X