AP II Incar Pengelolaan Bandara Belitung dan Nias

Kompas.com - 27/08/2018, 19:08 WIB
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin bersama Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Praminto saat menandatangani kerja sama di Jakarta, Senin (27/8/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama AP II Muhammad Awaluddin bersama Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Praminto saat menandatangani kerja sama di Jakarta, Senin (27/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) berminat untuk mengelola Bandara Hanandjoeddin Belitung dan Bandara Binaka Nias.

Kedua bandara tersebut saat ini masih dikelola Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan.

"Kemarin saya sudah melihat Nias, cukup menarik. Kalau Pak Pram (Plt Dirjen Perhubungan Udara) setuju Nias kita jadikan poros pariwisata dan Belitung," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Awaluddin mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengenai hal tersebut. Dia menyebut Menhub sudah memberi sinyal positif.

"Saya guyon ke Pak Menhub, 'kenapa enggak sekalian sama Belitung', beliau menjawab enteng, 'bertahap enggak bisa sekaligus'" kata Awaluddin.

Selain dengan Menhub, Awaluddin juga mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah Belitung dan Nias mengenai pengelolaan kedua bandara tersebut.

"Sejalan dengan program pemerintah yang akan mendorong pariwisata sebagai leading sector perekonomian di tahun-tahun ke depan, saya rasa ada tugas bagi pengelola bandara untuk diambil alih oleh kami untuk mensupport pemerintah di dalam program pengembangan 10 Bali baru ini," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X