Relaksasi LTV Tak Pengaruhi Pertumbuhan Kredit BTN

Kompas.com - 27/08/2018, 19:57 WIB
Sejumlah pengunjung memadati acara Indonesia Property Expo 2018 yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Sabtu (03/02/2018). Acara pameran properti yang diikuti ratusan pengembang ini memberikan berbagai macam promo dan potongan harga dari DP 0% hingga pemberian sertifikat tanah geratis, Acara ini berlangsung dari tanggal 3-11 Februari 2018. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pengunjung memadati acara Indonesia Property Expo 2018 yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Sabtu (03/02/2018). Acara pameran properti yang diikuti ratusan pengembang ini memberikan berbagai macam promo dan potongan harga dari DP 0% hingga pemberian sertifikat tanah geratis, Acara ini berlangsung dari tanggal 3-11 Februari 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Iman Nugroho Soeko menyatakan, pertumbuhan kredit BTN tak terlalu banyak dipengaruhi oleh kebijakan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI).

Adapun yang kebijakan yang dimaksud Iman adalah relaksasi loan to value ( LTV) dan kenaikan suku bunga dengan total 125 basis poin (bps) hingga semester I 2018.

"Pertumbuhan kredit kalau kita kan banyak yang subdisi di mana itu bunganya tetap, jadi ya enggak berpengaruh. LTV bisa berpengaruh untuk bank-bank yang kasih KPR high ticket size sementara kita kan small ticket size, jadi ya enggak begitu pengaruh," jelas Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (27/8/2018).

Namun demikian, Iman menganggap bahwa kebijakan relaksasi LTV itu cukup bagus untuk mendorong perbankan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam KPR.

Adapun bank berkode emiten BBTN ini mencatatkan pertumbuhan kredit cukup positif pada semester I 2018.

"Secara keseluruhan hingga bulan ketujuh tahun ini kredit dan pembiayaan Bank BTN tumbuh di level 19,55 persen year on year (yoy) dari Rp 178,58 triliun menjadi Rp 213,5 triliun," imbuh Iman.

Pertumbuhan itu pun diimbangi dengan melonjaknya penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) yang dilakukan BTN. Adapun secara umum, bisnis KPR BTN mencatatkan laju pertumbuhan positif dan di atas rata-rata industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 13,52 persen pada Juni 2018.

"Hingga Juli 2018, Bank BTN mencatatkan penyaluran KPR dan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) senilai Rp 157,55 triliun atau naik 22,07 persen (yoy) dari Rp 129,07 triliun pada Juli 2017," tandas Iman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X