Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 7,6 Persen

Kompas.com - 28/08/2018, 05:48 WIB
Lokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERALokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Progres pembangunan proyek kerata cepat Jakarta-Bandung belum menunjukkan perkembangan signifikan. Namun demikian, penyelesaiannya bakal dipercepat pada pertengahan 2021.

"Progres sekarang sudah 7,6 persen, pembebasan tanah 76 persen sehingga proyeknya di speed-up," kata Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana di Gedung BEI Jakarta, Senin (27/8/2018).

Emiten pelat merah berkode WIKA tersebut merupakan salah satu perusahaan yang masuk dalam anggota konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kendati masih kurang dari 10 persen, Tumiyana meyakinkan bahwa proyek tersebut berjalan dengan normal dan diprediksi bakal rampung pada pertengahan 2021.

Baca juga: Rini Sebut Proyek Kereta Cepat Tak Akan Bebani Transaksi Berjalan

"Kita sudah draw down step satu jalan, berikutnya tinggal subject to kebutuhan. Proyek sekarang berjalan sesuai normal, nanti kira-kira di 2021 (pertengahan) proyek itu bisa selesai, nanti kita coba bareng-bareng," sambungnya.

Adapun investasi yang digelontorkan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai Rp 82 triliun. Sementara modal atau ekuitasnya sebesar 20 persen.

WIKA, kata Tumiyana, mendapatkan 38 persen dari investasi tersebut, sedangkan sisanya debt atau pinjaman.

Berkaitan dengan hal itu, Tumiyana yakin bisa melunasi utang tersebut lantaran mendapatkan keuntungan dari bisnis WIKA lainnya seperti properti.

"Saya kasih gambaran, debt (pinjaman) kita itu cuma Rp 61 triliun, grace periode 10 tahun kita nyicil 40 tahun. Saya garap (proyek) properti di 3 tempat dengan valuasinya Rp 360 triliun. Jadi kalau saya laba 30 persen berarti cukup untuk mengembalikan utang karena arena 30 persen dari revenue Rp 360 triliun itu kira-kira Rp 95 triliun dan utang cuma 60 (triliun) cukup," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X