Genjot Devisa, Pemerintah Perkuat Sinergi Kebijakan Sektor Pariwisata

Kompas.com - 28/08/2018, 16:51 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus berupaya untuk menggenjot pendapatan devisa negara untuk mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang pada kuartal II tahun 2018 ini kembali melebar.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat strategi kebijakan untuk pengembangan sektor pariwisata.

Upaya penguatan sinergi yang dilakukan, salah satunya antara pemerintah daerah dan badan usaha untuk akselerasi penguatan sektor pariwisata. Selain itu juga dengan merumuskan dan menetapkan upaya konkrit secara struktural sehingga dapat mengatasi permasalahan yang menghambat penguatan sektor pariwisata.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Regional II Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto mengatakan, kondisi pariwisata Indonesia cukup menguntungkan dibandingkan negara lain lantaran didukung oleh kondisi alam sekaligus kekayaan kearifan lokal. Namun, potensi tersebut harus terus digali lebih jauh sehingga berdampak secara luas terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

"Kalau kita bicara pariwisata kita lebih beruntung dibanding negara lain karena kita unggul dari sisi nature, heritage, dan culture. Karena potensi pariwisata kita nature made bukan man made, sehingga itu perlu didorong lebih luas lagi," ujar dia dalam acara Bincang Bareng Media di Yogyakarta, Kamis (28/8/2018).

Sebagai informasi, defisit transaksi berjalan Indonesia di kuartal II 2018 mencapai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau tertinggi sejak kuartal II 2014. 

Defisit sepanjang kuartal II mencapai 8 miliar dollar AS atau lebih tinggi dari periode kuartal I yang mencapai 5,7 miliar dollar AS. Angka ini juga lebih besar dibandingkan kuartal II tahun 2017 yang sebesar 5 miliar dollar AS.   

Pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan potensi wisata, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun kali ini fokus pada langkah-langkah koordinasi dan sinergi kebijakan yang diperlukan untuk mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Aida Budiman menjelaskan, BI pun terus menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan, baik dengan penyesuaian BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) atau memastikan nilai tukar terjaga dengan baik dengan kebijakan-kebijakan makroprudensial.

Perkembangan sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi salah satu alat untuk memperbaiki struktur CAD. Sebab, Aida menjelaskan, potensi penerimaan devisa melalui pariwisata, baik dari sisi transportasi maupun wisatawan cukup tinggi.

"Pada tahun 2017, penerimaan devisa dari sektor pariwisata sebesar 12,5 miliar dollar AS, tumbuh kurang lebih 20 persen dari tahun 2010 lalu yang masih 7 miliar dollar AS," ujar Aida pada kesempatan yang sama.

Sehingga pada akhirnya, Aida mengatakan, berkembangnya sektor pariwisata juga akan memberikan dampak lanjutan terhadap pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langkah Awal Menjadi Investor Saham

Langkah Awal Menjadi Investor Saham

Earn Smart
Jokowi: Jangan Mempersulit Investor Masuk ke Indonesia

Jokowi: Jangan Mempersulit Investor Masuk ke Indonesia

Whats New
OJK Berikan Diskon Biaya Pernyataan Pendaftaran 'Green Bond' untuk Pendanaan Kendaraan Listrik

OJK Berikan Diskon Biaya Pernyataan Pendaftaran "Green Bond" untuk Pendanaan Kendaraan Listrik

Whats New
Strategi Bapanas Jaga Stabilitas Harga Beras Jelang Nataru

Strategi Bapanas Jaga Stabilitas Harga Beras Jelang Nataru

Whats New
Kondisi Ekonomi 2023, Jokowi Optimistis tapi Tetap Waspada dan Hati-hati

Kondisi Ekonomi 2023, Jokowi Optimistis tapi Tetap Waspada dan Hati-hati

Whats New
Visa dan Bank UOB Umumkan 2 Pemenang Grand Prize Nonton Piala Dunia di Qatar

Visa dan Bank UOB Umumkan 2 Pemenang Grand Prize Nonton Piala Dunia di Qatar

Whats New
Luhut Pastikan Masyarakat yang Membeli Motor Listrik Akan Dapat Subsidi Rp 6,5 Juta

Luhut Pastikan Masyarakat yang Membeli Motor Listrik Akan Dapat Subsidi Rp 6,5 Juta

Whats New
Menghitung Konversi Ton ke Kuintal

Menghitung Konversi Ton ke Kuintal

Whats New
Jokowi Ingatkan Hati-hati ke Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Ada Apa?

Jokowi Ingatkan Hati-hati ke Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Ada Apa?

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Mendag Zulhas Pastikan Stok Cabai Aman, walau Harga Naik Sedikit

Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Mendag Zulhas Pastikan Stok Cabai Aman, walau Harga Naik Sedikit

Whats New
Cara Mengidentifikasi Saham dalam Papan Ekonomi Baru yang Segera Meluncur

Cara Mengidentifikasi Saham dalam Papan Ekonomi Baru yang Segera Meluncur

Whats New
Jokowi Jengkel Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 278 Triliun

Jokowi Jengkel Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 278 Triliun

Whats New
BPS Pastikan Stok Beras Surplus, Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional

BPS Pastikan Stok Beras Surplus, Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Saham Sektor Teknologi Masih Tertekan

IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Saham Sektor Teknologi Masih Tertekan

Whats New
Jokowi: Jangan Sampai Target Investasi Tidak Tercapai, Langsung Mohon Maaf

Jokowi: Jangan Sampai Target Investasi Tidak Tercapai, Langsung Mohon Maaf

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.