KILAS EKONOMI

Antisipasi Benih Palsu, Kementan Dampingi Importir Bawang Putih

Kompas.com - 28/08/2018, 19:07 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada pada 2021 Dok. Humas KementanKementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri untuk mengejar target swasembada pada 2021

Prihasto mengatakan, benih lokal atau GBL cenderung siungnya tidak simetris. Sementara, bawang impor China siung yang melingkari batang umbi satu dengan lain cenderung simetris.

Bawang lokal biasanya ukuran umbinya lebih kecil kecil sehingga kalau dibelah siungnya, benih tampak sudah keluar tunasnya.

Baca juga: Penangkar dan Pengedar Benih Bawang Putih Palsu Bakal Diproses Hukum

“Untuk membantu memudahkan identifikasi, sudah kami beri sampel 6 jenis benih yang direkomendasikan kepada para importir, sekaligus contoh bawang impor konsumsi asal China sebagai pembanding,” ujar dia.

Salah seorang importir bawang putih, Afan mengatakan pendampingan dini dari Kementerian Pertanian dirasakannya sangat bermanfaat. Pendampingan ini membuat pelaku usaha lebih waspada dengan benih-benih palsu di lapangan.

“Karena faktanya kami ini sangat rentan ditipu oleh penyedia benih nakal, karena ketidaktahuan kami,” ujarnya.

Para importir umumnya meminta petugas Kementan meyakinkan petani agar mau menanam benih impor GBL asal Taiwan yang harganya lebih murah. Pasalnya, harga benih bawang putih lokal harganya lebih tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Waspada benih palsu

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi mengimbau pelaku usaha atau importir bawang putih meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran benih bawang putih yang tidak sesuai dengan ketentuan label/sertifikat.

“Apabila terdapat keraguan terhadap kebenaran varietas benih bawang putih dan atau kualifikasi penyedia sebelum proses pengadaan atau pembelian agar segera berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat dan atau Direktorat Jenderal Hortikultura cq. Direktorat Perbenihan Hortikultura dan Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat,” kata dia.

Perlu diketahui, indikasi pemalsuan dan pengoplosan benih bawang putih yang dilakukan para penangkar dan pengedar benih kini mulai bermunculan.

Baca juga: Wajib Tanam Bawang Putih Belum Tuntas, Kementan Tagih Komitmen Importir

Modusnya di antaranya dengan memalsukan label BPSB, menjual bawang putih konsumsi sebagai benih, serta mengoplos benih dengan bawang putih konsumsi. 

Bahkan, ada benih yang memiliki label sesuai, namun isi dalam karung ternyata benih palsu atau oplosan.

Peredaran benih palsu ini diduga bermotif meraup untung besar dari selisih harga bawang putih untuk benih dan konsumsi.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.