BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Allianz

Rahasia Promosi “Kumpulkan 10 Cap Dapat Payung Gratis”

Kompas.com - 31/08/2018, 14:53 WIB
Ilustrasi belanja SHUTTERSTOCKIlustrasi belanja
|

KOMPAS.com – “Beli 1 Diskon 20 Persen, Beli 2 Gratis 1”. Kalimat semacam itu amat lazim kita jumpai pada gerai-gerai ritel modern. Tulisannya sebisa mungkin dibuat memikat mata, entah ditulis dengan spidol warna-warni maupun cetak digital.

Bisa pula kalimatnya dimodifikasi menjadi “Kumpulkan 10 Cap dan Dapatkan Payung Gratis”. Selain payung, hadiahnya dapat pula diganti dengan piring, gelas, maupun lain-lain.

Sulit dimungkiri, jurus promosi di atas masih menjadi primadona bagi peritel. Sebabnya sederhana, masyarakat Indonesia bisa dibilang getol mengincar barang promosi.

Setiap ada tawaran menggiurkan niscaya cepat viral di media sosial. Efek getok tularnya cepat teresonansi membius alam bawah sadar. Keputusan membeli akhirnya mencuat, baik rasional maupun impulsif.

Kondisi itu sebagaimana diakui seorang penggemar belanja, Santi (32). Menurut dia, peritel yang menawarkan promosi lebih menggoda dirinya untuk merogoh kocek.

“Secara psikologis memang jadi terpengaruh ketika lihat spanduk diskon atau kupon promosi. Lebih terbujuk untuk borong,” ucap karyawan swasta di bilangan Sudirman, Jakarta itu kepada Kompas.com, Kamis (23/8/2018).

Santi hanyalah satu dari sekian banyak penikmat barang promosi di Tanah Air.

Secara global, kondisinya pun hampir serupa. Sebagaimana ditunjukkan survei lembaga pemasaran digital Helloworld, pada 2017, sebanyak 64 persen konsumen tergugah ketika mengetahui ada promosi belanja. Misalnya, pengumpulan poin berhadiah.

Ditilik lebih lanjut, mereka yang gemar akan program promosi tersebut didominasi kaum milenial (55 persen). Proporsinya lebih besar dibandingkan generasi X (38 persen) maupun baby boomers (23 persen).

Ilustrasi belanjaSHUTTERSTOCK Ilustrasi belanja
Melansir The Sociable, Jumat (29/9/2017), kegemaran masyarakat atas program promosi tak lepas dari sejumlah faktor. Utamanya karena kebutuhan dasar manusia atas penghargaan (rewards).

Perasaan gembira ketika meraih suatu promosi tersebut erat kaitannya dengan kebutuhan bertahan hidup di masa lampau. Adanya penghargaan membuat seseorang menjadi lebih termotivasi untuk bertahan dari suatu kompetisi atau tantangan.

Maka dari itu, tak heran bila promosi semacam “kumpulkan poin untuk mendapat payung gratis” cukup efektif menggugah seseorang terus berbelanja. Ada rasa terapresiasi ketika kita mendapat hadiah setelah memenuhi sejumlah syarat.

Kegemaran masyarakat terhadap poin berhadiah seperti itu pun menginspirasi sejumlah perusahaan untuk menerapkannya. Allianz Indonesia, misalnya.

Allianz telah meluncurkan program bertajuk Smart Point untuk nasabah dengan premi min Rp 625.000 per bulan. Melalui program tersebut, Anda bisa mengumpulkan poin sambil tetap menikmati fasilitas perlindungan diri.

Adapun poin yang dikumpulkan nantinya bisa ditukar dengan sejumlah hadiah, mulai dari potongan belanja di berbagai toko hingga gadget mutakhir.

Untuk informasi selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut ini.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Whats New
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
komentar di artikel lainnya