Rupiah Melemah, Rini Minta BUMN Jaga Pendapatan Dollar AS

Kompas.com - 31/08/2018, 21:42 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau langsung tenggelamnya Feri KMP Bandeng di Ternate, Maluku Utara, Jumat (17/8/2018) YAMIN ABD HASAN/KOMPAS.comMenteri BUMN Rini Soemarno meninjau langsung tenggelamnya Feri KMP Bandeng di Ternate, Maluku Utara, Jumat (17/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta BUMN untuk menjaga pendapatan dollar AS-nya di tengah situasi melemahnya nilai rupiah saat ini. Terutama bagi BUMN yang melakukan ekspor untuk menambah simpanan dollarnya.

"Untuk eksportir kita menekankan bahwa harus menjaga pendapatan dollarnya untuk kepentingan dalam negeri. Paling utama untuk mendukung BUMN juga," ujar Rini di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Dollar tersebut biasa mendukung operasional BUMN lainnya. Misalnya, kata Rini, Pertamina masih membutuhkan dollar AS untuk impor bahan baku yang tak tersedia di dalam negeri. Di samping itu, Rini juga meminta agar BUMN menekan angka impor. Jika bahan baku tersebut masih tersedia di dalam negeri, maka berdayakan sumber yang ada.

"Seperti batu bara dan timah, nikel, sawit, ini yang kita jaga supaya bener-benar dollarnya disimpan," kata Rini.

Baca juga: Tak Hanya Rupiah, Mata Uang Negara-negara Ini Juga Anjlok

Rini memberi contoh, ada beberapa mobile corporate dari PLN yang mana bisa dilakukan komversi menggunakan 100 persen CPO. Kalau bisa didorong menggunakan Biodiesel 20 persen atau B20. Alat konversinya pun sudah tersedia sehingga bisa memanfaatkan 100 persen CPO.

"Sekarang kita usulkan, semoga bisa diterima untujk komversi 1000 mega watt," kata Rini.

"Tapi memang jangka menengah-panjang, untuk kita bisa kurangi devisa sampai 1 miliar dollar," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X