Sri Mulyani Sebut Stabilisasi Harga Jadi Kunci Deflasi

Kompas.com - 03/09/2018, 15:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri acara lelang koleksi pribadi pejabat negara oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri acara lelang koleksi pribadi pejabat negara oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dinamika harga, terutama bahan pokok, masih kondusif pada Agustus 2018.

Hal itu tercermin dari deflasi 0,05 persen seperti yang disampaikan dalam berita resmi statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (3/9/2018).

"Saya rasa, stabilitas dari harga-harga ini jadi komponen yang penting karena kita semua tahu dalam kondisi global environment market yang cukup volatile, isu stabilitas menjadi sangat penting untuk bisa menjangkarkan confidence," kata Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Borobudur, Senin siang.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto sebelumnya, deflasi 0,05 persen bulan Agustus 2018 didorong oleh deflasi yang terjadi pada tiga kelompok pengeluaran. Tiga kelompok yang dimaksud adalah bahan makanan, sandang, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Untuk kelompok bahan makanan, deflasi terjadi 1,10 persen dengan komoditas utama yang mendorong terjadinya deflasi adalah turunnya harga telur ayam, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, serta sayur-sayuran. Sementara dari sandang, terjadi deflasi 0,07 persen yang didorong oleh turunnya harga emas yang mengikuti perkembangan harga emas dunia.

Adapun deflasi dari kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen didorong oleh penurunan tarif angkutan udara. Meski begitu, masih ada inflasi cukup tinggi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,03 persen yang didorong kenaikan uang sekolah SD, SMP, dan SMA.

Ke depan, Sri Mulyani memastikan untuk tetap sama-sama menjaga stabilitas kondisi harga-harga komoditas, termasuk harga pangan yang jadi fokus utama pemerintah sampai akhir tahun. Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) juga akan memperhatikan dampak dari imported inflation, menyusul tren pelemahan rupiah yang terus berlanjut.

"Kami akan terus menjaga seperti yang selama ini sudah dikomunikasikan. Sumber-sumber inflasi yang berpotensi pada bulan-bulan ke depan, seperti harga pangan, kalau sampai terjadi imported inflation karena nilai tukar, dan ada seasonal akhir tahun adalah demand driven," tutur Sri Mulyani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X