Pinjaman Tahap Dua Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akhirnya Cair

Kompas.com - 04/09/2018, 05:39 WIB
Lokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERALokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (HSRCC) kembali mendapat pencairan kredit tahap kedua dari China Development Bank (CDB). Nilainya mencapai 274,8 juta dollar AS atau setara Rp 3,847 triliun.

Fasilitas kredit ini diterima pada 30 Agustus 2018 lalu. Sebelumnya, CDB telah memberikan pinjaman perdana sebesar 170 juta dollar AS pada akhir April 2018.

Rencananya, 60 persen dari pencairan tahap kedua atau 165,2 juta dollar AS bakal dialokasikan sebagai pelunasan uang muka kepada EPC kontraktor, HSRCC.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai salah satu anggota konsorsium kontraktor pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung pun bakal mempercepat konstruksi proyek tersebut.

Baca juga: Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 7,6 Persen

“Tantangan ke depan ialah bagaimana WIKA sebagai bagian dari konsorsium dapat mendorong percepatan pembangunan kereta cepat secara tepat waktu, tepat mutu dan biaya,” sebut  Tumiyana, Direktur Utama WIKA dalam keterangan resminya, Senin (3/9/2018).

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengharapkan, dengan pencairan ini maka akselerasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung oleh HSRCC dapat segera menghasilkan progres yang signifikan.

“Dengan selesainya pelunasan uang muka ini, kami meyakini dapat mempercepat akselerasi pekerjaan dan untuk selanjutnya pembayaran dilakukan berdasarkan progress pekerjaan,” terang Chandra.

Lingkup pekerjaan WIKA dalam Konsorsium Kereta Cepat Jakarta- Bandung ialah pekerjaan subgrade, fondasi, struktur dan arsitek.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 Km.

Percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung menghadirkan optimisme pertumbuhan moda transportasi modern.

Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38 persen, sementara PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25 persen, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) 12 persen.

PSBI bersama Beijing Yawan HSR Co Ltd masing-masing memiliki 60 persen dan 40 persen saham di KCIC. Proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini ditargetkan rampung pada Juni 2021. (Dina Mirayanti Hutauruk)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pinjaman tahap kedua kereta cepat Jakarta Bandung cair

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X