Menteri ESDM : Tidak Akan Kenaikan Harga BBM dalam Waktu Dekat

Kompas.com - 05/09/2018, 08:10 WIB
SPBU 31.164.01, salah satu SPBU Pertamina yang ada di Jalan Margonda, Depok. Kompas.com/Alsadad RudiSPBU 31.164.01, salah satu SPBU Pertamina yang ada di Jalan Margonda, Depok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (bbm) dalam waktu dekat.

"Intinya gini, pemerintah tidak merencanakan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat" ujar Jonan di kantornya, Selasa (4/9/2019) malam.

Seperti yang diketahui, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Bahkan pekan ini nilai rupiah terhadap dollar AS menyentuh kisaran Rp 14.800.

Defisit transaksi berjalan kuartal II/2018 menyentuh angka 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar 8 miliar dollar AS. Penyebab utama kenaikan defisit transaksi berjalan tersebut yakni penurunan surplus neraca perdagangan non-migas di tengah kenaikan defisit neraca perdagangan migas.

Surplus neraca perdagangan non-migas pada kuartal II/2018 hanya sebesar 3 miliar dollar AS. Kondisi tersebut sejalan dengan peningkatan defisit neraca perdagangan migas sebesar 2,7 miliar dollar AS.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Indonesia yang pernah menjabat sebagai sebagai menteri keuangan era SBY Muhammad Chatib Basri menuliskan opininya yang bertajuk “Waspada”, Sabtu (15/8/2018) bahwa defisit di neraca migas perlu dikurangi dengan menaikkan harga BBM.

"Pengalaman menunjukkan jika subsidi mendorong penyelundupan akibat disparitas harga. Subsidi BBM juga mendorong migrasi dari BBM nonsubsidi ke subsidi. Akibatnya, impor melonjak," tulis Chatib.

Dirinya menambahkan, kenaikan harga BBM akan mengurangi penyimpangan ini. Selain itu, kenaikan BBM dan tarif listrik juga akan mengurangi beban Pertamina dan PLN.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton H Gunawan memperkirakan salah satu tantangan kondisi ekonomi domestik tahun 2019 dari tingkat inflasi yang bisa mencapai 4,5 persen.

Salah satu faktor pendorong signifikan dari besaran inflasi itu yakni penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X