2019, Defisit Transaksi Berjalan Diperkirakan Turun Drastis

Kompas.com - 05/09/2018, 18:18 WIB
Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo ketika rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9/2018). Kompas.com/Mutia FauziaDeputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo ketika rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com  - Pemerintah terus berupaya untuk menekan defisit transkasi berjalan (current account deficit/CAD) untuk memperkuat fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) menargetkan, dengan berbagai bauran kebijakan yang dilakukan, posisi CAD bisa turun drastis menjadi 2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) di tahun 2019. Adapun di kuartal II tahun 2019, posisi CAD sebesar 3 persen terhadap PDB.

"Tahun 2018 ke depan kami perkirakan 2,5 persen terhadap PDB, posisi kuartal I 2,2 persen, kuartal II 3 persen. Tahun depan turun jadi 2 persen," ujar dia ketika memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9/2018).

Perry menjelaskan, salah satu langkah pemerintah yang dinilai efektif untuk menekan CAD adalah melalui implementasi penggantian solar dengan biodiesel 20 persen ( B20). Sebab, dengan mengganti solar dengan B20, dalam jangka waktu 4 bulam pemerintah bisa mengurangi kebutuhan impor sebesar 2,2 miliar dollar AS dalam satu tahun.

Adapun di tahun 2019 mendatang, diharapkan implementasi B20 bisa mengurangi impor hingga 6,6 miliar dollar AS.

"Di antara lain melalui B20, di mana bisa menambah mengurangi kebutuhan impor 2,2 miliar dollar AS tahun ini, sementara tahun depan bisa 6,6 miliar dollar AS," jelas dia.

Kemudian, implementasi kebijakan ini juga dinilai bisa meningkatan ekspor kelapa sawit hingga 5 miliar dollar AS. Adapun tambahan devisa yang didapatkan dari penurunan impor minyak sebesar 9 hungga 10 miliar dollar AS.

Langkah lain yang dilakukan pemerintah adalah mendorong pariwisata seperti penambahan anjungan di Bandar Udara Ngurah Rai di Bali yang akan menambah 3 juta wisatawan mancanegara. Juga mempercepat menyelesaikan Bandar Udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang tahun depan diperkirakan bisa menambah wisatawan mancanegara sebesar 400 juta.

"Penambahan anjungan di Bali tambahan 3 juta wisatawan mancanegara sehingga bisa menghasilkan 3 miliar dollar AS devisa dan Jogja airport NYIA ditargetkan bisa beroperasi Maret hingga April tahun depan. Sehingga bisa mendapatkan wisatawan mancanegara sebanyak 400.000 dan menarik 400 juta devisa," jelas dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X