Perilaku Konsumtif Masyarakat Turut Sebabkan Rupiah Anjlok

Kompas.com - 06/09/2018, 17:00 WIB
Chief Economist & Investor Relations Director Bahana TCW Budi Hikmat di Mercantile Athletic Club, Kamis (2/6/2016). KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SetiawanChief Economist & Investor Relations Director Bahana TCW Budi Hikmat di Mercantile Athletic Club, Kamis (2/6/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai hal didguga menjadi faktor pendorong melemahnya rupiah terhadap dollar AS. Tidak hanya faktor eksternal berupa dollar AS yang terus menguat, tetapi juga faktor fundamental dalam negeri yaitu transaksi berjalan yang mengalami defisit.

Direktur Investment Strategy Bahana PT TCW Investment Management Budi Hikmat menjelaskan, perilaku konsumtif masyarakat Indonesia turut menyumbang terhadap depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, terutama konsumsi produk impor.

"Ketika kita kaya cara belanja kita keliru, kita beli mobil, motor, properti, padahal sejak tahun 2004 kita bukan negara OPEC. Ketika kita beli mobil atau motor kita kan enggak hanya membayar untuk belanja (produk yang keuntungannya ke) Jepang saja, tetapi kita lihat 10 tahun terakhir ada tambahan 78 juta kendaraan, meningkat 80 persen. Itu sebabnya defisit minyak  jadi 11 miliar dollar AS, meningkat 37 persen," jelas dia ketika menjelaskan kepada awak media di kantornya, Kamis (6/9/2018).

Sebab, besarnya konsumsi impor tersebut turut mendorong terjadinya defisit transaksi berjalan yang melebar menjadi 3 persen terhadap PDB pada kuartal II tahun 2018 ini.

Ditambah lagi, gaya hidup masyarakat seperti kalangan milenial yang senang mengikuti tren barang elektronik terbaru juga ikut membebani neraca perdagangan.

Namun dia menjelaskan, pelemahan rupiah kali ini berbeda dengan kondisi tahun 1998 lalu. Sebab, pemerintah dan otoritas terkait telah melakukan langkah antisipasi sehingga tigkat depresiasi pun dapat dijaga.

"Ini bukan mengarah ke krisis yang katalistik, tetapi teguran buat kita supaya bangun dan memperbaiki diri, bahwa kita defisit per PDB naum masih lebih rendah dibanding defisit dahulu," ujar Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
BP Tapera Akan Kembalikan Dana Pensiun PNS, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

BP Tapera Akan Kembalikan Dana Pensiun PNS, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X