Kompas.com - 07/09/2018, 07:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan tidak terlalu terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan ini terjadi. Direktur Utama BTN Maryono menyebut, seluruh outstanding kredit perseroan dalam bentuk rupiah.

“BTN tidak ada pengaruh karena semua outstanding kita rupiah dan dana kita sebagian besar hampir 100 persen adalah rupiah, jadi tidak ada dampak secara langsung,” kata Maryono dalam pernyataannya, Kamis (6/9/2018).

Maryono menyebut, pihaknya pun siap ikut menggerakkan pertumbuhan sektor riil khususnya yang terkait dengan sektor properti. Ini guna mengantisipasi pelemahan ekonomi sebagai dampak krisis global yang disebabkan perang dagang dan pelemahan nilai tukar.

Ia mengatakan, BTN telah siap melakukan antisipasi dengan melakukan aksi korporasi dan turut serta dalam menggerakkan sektor riil.

“Jika sektor riilnya berkembang maka akan ada suatu pergerakan ekonomi dan bisa mendorong pertumbuhan secara tidak langsung,” jelas Maryono.

Menurut Maryono, dalam bisnis pembiayaan properti  ada sekitar 117 industri yang ikut terlibat. Untuk itu, perseroan akan mendorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah atau KPR sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Maryono mengungkapkan, permintaan kredit saat ini masih cukup bagus, terutama untuk KPR Subsidi. Permintaan KPR Subsidi di berbagai daerah, imbuh dia, sangat tinggi.

“Kalau rumah menengah atas memang ada koreksi, tetapi BTN mayoritas di KPR Subsidi jadi tidak mengganggu kinerja perseroan. Secara umum KPR growth sekitar 19 persen,” sebut Maryono.
 
Ia menuturkan, selain didukung permintaan KPR Subsidi, kinerja perseroan juga diuntungkan dengan relaksasi aturan uang muka atau Loan to Value (LTV).

Hingga Juli 2018, BTN mencatat penyaluran kredit tumbuh sekitar 19,55 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 178,58 triliun pada Juli 2017 menjadi sekitar Rp 213,5 triliun.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.