TKI Ikut Diuntungkan dengan Kesepakatan CEPA Indonesia-Australia

Kompas.com - 08/09/2018, 21:33 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Australia tak hanya menguntungkan bagi industri dan investor. Tenaga kerja Indonesia pun ketiban untung.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Imam Pambagyo mengatakan, keuntungan pertama adalah menyangkut kuota visa kerja dan berlibur.

"Kuota sebanyak 4.100 orang dengan kenaikan kuota 5 persen per tahun sampai dengan 5.000 orang," ujar Imam di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Seperti diberitakan, setelah setelah melalui perundingan panjang selama 6 tahun, pemerintah Indonesia dan Australia akhirnya meneken kesepakatan CEPA pada Agustus 2018.

Baca juga: Dengan CEPA, Ribuan Produk Indonesia Diekspor ke Australia Tanpa Bea Masuk

CEPA Indonesia-Australia adalah perjanjian dagang yang berupaya mengatasi hambatan perdagangan kedua negara, termasuk hambatan tarif dan non-tarif.

Melalui perjanjian ini kedua negara memperbaiki akses terhadap pasar jasa, liberalisasi perdagangan, dan meningkatkan investasi Indonesia di Australia dan sebaliknya.

Pambagyo mengatakan, kesempatan lain yang terbuka melalui CEPA dengan Australia adalah program kemitraan pendidikan tinggi dan vokasional bagi TKI. Hal ini berguna untuk meningkatkan keahlian mereka sekaligus meningkatkan daya saing dengan tenaga kerja lain.

"Ini sejalan dengan arahan bapak presiden untuk fokus mengembangkan SDM. Oleh karena itu fokusnya di pendidikan dan vokasional," kata Imam.

Direktur Perdagangan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini mengatakan, perjanjian Indonesia-Autralia tak sekadar untuk meningkatkan ekspor, tapi juga daya saing sumber daya manusia.

Baca juga: Ini Keuntungan Kerja Sama CEPA Indonesia dan Australia

Indonesia mengundang para investor agar mau berinvestasi di bidang pendidikan tinggi sehingga memberikan output yang baik bagi perekonomian.

Salah satunya dengan program pertukaran tenaga kerja dalam rangka transfer of knowledge. Ada pula program magang bagi WNI untuk bekerja di sana.

"Ada 200 orang per tahun yang dimagangkan ke Australia melalui IA-CEPA. Misal, mengenai keterampilan pariwisata selama enam bulan dengan standar Australia," kata Marthini.

Untuk program magang, ada sembilan sektor tenaga kerja profesional, yakni pendidikan, pariwisata, telekomunikasi, infrastruktur, kesehatan, energi, pertambangan, keuangan, serta informasi dan teknologi komunikasi di bawah program VET.

Setelah magang, WNI akan mendapat sertifikat dari Australia dan siap masuk pasar kerja di Indonesia, Australia, maupun negara ketiga. WNI tersebut memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan berstandar Australia sehingga punya daya saing lebih tinggi.

"Kepentingan Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi dan keterampilan para pekerja kita itu penting sekali karena kita mau meningkatkan competitiveness," kata Marthini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.