Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengusaha Berharap Erick Thohir Tak Terlalu Jauh Terkontaminasi Politik

Kompas.com - 08/09/2018, 21:59 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita ,
Heru Margianto

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menganggap Erick Thohir merupakan sosok yang tepat dipilih Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua tim suksesnya. Sebagai pengusaha, Erick dianggap punya kapabilitas untuk memanage tim dengan baik.

Hanya saja, Tutum berharap, Erick tak terlampau jauh bergumul di kancah politik.

"Jangan terkontaminasi terlalu jauh oleh politik," ujar Tutum saat ditemui di Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Baca juga: 5 Fakta Terpilihnya Erick Thohir Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf

Menurut Tutum, ada sisi baik dan buruknya dengan Erick bergabung sebagai tim pemenangan Jokowi. Menurut dia, penetapan Erick bisa juga dilihat sebagai pelibatan yang terlalu jauh terhadap pelaku usaha. Ia mengaku cukup terkejut karena selama ini Erick tak pernah terdengar masuk ke kancah politik.

"Ini sempat jadi perbincangan kita beberapa waktu lalu. Saya kira ini mungkin hal yang tidak bisa dihindari," kata Tutum

Ia mengatakan, ditariknya Erick sebagai tim kampanye Jokowi tak akan berpengaruh pada dunia usaha. Ia yakin Erick profesional menjalankan peran-perannya sesuai tempat.

"Ini kan hanya untuk mengkoordinasikan kesuksesan kampanye. Tak ada kaitannya langsung dengan bisnis," kata Tutum.

Baca juga: Erick Thohir Bersedia Jadi Ketua Tim Kampanye karena Cara Kerja Jokowi

Bos Mahaka Group, Erick Thohir resmi menjabat Ketua Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Jokowi mengakui Erick adalah pilihannya sendiri.

Jokowi mengambil keputusan tersebut setelah berkomunikasi dengan Ma'ruf, ketua umum dan sekjen parpol pengusung dan pendukung, relawan dan banyak tokoh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com