Produsen: Rupiah Melemah, Harga Tahu-Tempe Belum Naik

Kompas.com - 09/09/2018, 17:02 WIB
Pengolahan tempe yang diproduksi perajin di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik. KOMPAS.com / HamzahPengolahan tempe yang diproduksi perajin di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelemahan dan fluktuasi mata uang rupiah rupanya tak banyak berdampak pada harga bahan pangan yang sebagian masih diimpor, seperti kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan, pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini tak berdampak besar pada perubahan harga kedelai impor. 

Berdasarkan data dari laporan yang diterimanya, harga kedelai impor selama empat bulan terakhir dari Mei sampai 7 September masih sekitar Rp 7.000-Rp 7.100 per kilogram (kg).

“(Harga kedelai impor) masih sama. Sekarang ini kita butuh sekitar 1,8 juta-2 juta ton untuk produksi tahu dan tempe,” ujar Aip seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (9/9/2018).

Alhasil sebut Aip, harga tahu tempe di pasar masih belum naik. (Annisa Maulida)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Rupiah melemah, harga tempe tahu masih stabil



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X